Usai Diangkat Jadi CPNS, 376 Bidan PTT di Pidie Belum Terima SK dan Gaji Belum Jelas

0
Bidan PTT berdemo. Pict: Fajarnews.com

Senyumperawat.com – Sebanyak 376 bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pidie yang lulus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2016 lalu hingga kini belum menerima SK. Sementara itu gaji mereka sebagai bidan kontrak terhenti sejak pengumuman CPNS dikeluarkan.

Informasi yang diperoleh portalsatu.com dari kalangan Bidan PTT, Rabu, 7 Juni 2017, mereka sudah menyerahkan semua kebutuhan administrasi seperti biodata ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Tapi pihaknya belum mendapat informasi kapan SK mereka diserahkan.

“Kami sudah serahkan biodata dan persyaratan lainnya ke BKD. Namun, soal SK. Kami tidak tahu kapan diberikan,” terang salah seoarang Bidan PTT yang enggan ditulis namanya.

Jika merujuk pada pernyataan Menteri PAN-RB Asman Abnur yang dilansir sejumlah media, 21 Februari 2017 lalu, bidan PTT yang diangkat CPNS, penetapan NIP mereka ditargetkan 1 Maret 2017.

Kepala BKD Kabupaten Pidie, Mukhlis, ketika dikonfirmasi portalsatu.com, Rabu, 7 Juni 2017, mengatakan, pihaknya sudah menyelesaikan semua kebutuhan termasuk berkas biodata bidan sesuai permintaan BKN.

“Kalau masalah SK itu bukan wewenang kita, itu wewenang BKN. Kita hanya menindaklanjuti saja permintaan untuk mempercepat proses,” terang Mukhlis.

Terkait tidak dibayar lagi kontrak para bidan sejak pengumuman pengangkatan CPNS, Mukhlis mengaku tidak tahu, karena itu di luar kewenangannya. Untuk lebih jelas, persoalan itu, menurut Mukhlis ditanyakan kepada Kadis Kesehatan.

“Masalah tidak dibayar lagi gaji kontrak mereka, saya tidak tahu. Kita hanya melakukan fasilitasi kebutuhan berkaitan dengan pengangkatan CPNS mereka,” kata Mukhlis.

Sementara, Kepala Dinkes Kabupaten Pidie, dr. Fajriman yang dihubungi portalsatu.com untuk meminta konfirmasi, tidak berhasil dijumpai, bahkan berulang kali dihubungi lewat ponsel tidak aktif. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari Kadinkes. (Destur/Portalsatu)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.