Transplantasi Organ Tubuh Menurut Perspektif Islam

Senyumperawat.com – Transplantasi organ tubuh bisa diartikan secara sederhana dengan mengganti organ tubuh seseorang dengan jantung lain. Baik itu buatan atau hasil donor dari orang lain. Penyakit yang menyerang suatu organ tubuh terkadang tak dapat diatasi dengan cara biasa. Terlebih penyakit jantung , ginjal dan beberapa penyakit lainnya yang didapatkan dari faktor keturunan atau keruskaan organ. Tentu untuk mencari solusi pengobatan yang tepat tergantung tingkat penyakitnya. Ketika penyakit itu masih dapat ditangani dengan cara operasi jantung maka secara hitungan biaya jauh lebih murah. Lebih murah di sini dibandingkan jika harus transplantasi jantung. Jika ditinjau dari hukum Islam, hukum transplantasi organ tubuh pun masih menjadi perbedaan pendapat di antara ulama. Ada yang melarang, ada yang membolehkan.

Adapun soal transplantasi organ tubuh, terdapat perbedaan pandangan di antara para ulama, di antara mereka ada yang membolehkan mendonorkannya, adapula yang tidak membolehkannya. Karena seorang mukmin, muslim dan manusia tidak dapat seenaknya berbuat terhadap dirinya dengan sesuatu yang membahayakannya. Dirinya adalah milik Allah Azza wa Jalla. Sebagian ulama berpendapat bahwa perkara itu dibolehkan jika dilakukan tanpa ada kekhawatiran bahaya pada dirinya atau organ tubuhnya diambil setelah kematiannya agar memberi manfaat kepada orang lain.

Di antara ulama ada yang membolehkan ada yang tidak membolehkan

Adapun kesimpulannya, jika misalnya ginjal orang kafir ditransplantasikan ke tubuh seorang muslim, maka hukum organ tersebut ikut kepada orang muslim tersebut. Jika dia mati dalam keadaan Islam, maka organ itu tidak diazab, karena telah pindah dari tubuh yang buruk ke dalam tubuh yang baik, maka hukumnya mengikuti hukum manusia yang baik dengan ditransplantasikan. Sebagaimana khamar jika telah menjadi cuka tanpa campur tangan manusia, maka dia menjadi baik, juga seperti air najis yang banyak jika hilang sebab najisnya dan hilang warna, bau dan rasanya, maka dia berubah menjadi baik.

Maka, demikianlah, jika tubuh orang kafir seperti ginjal, jantung atau lainnya, maka dia mengikuti orang muslim dan menjadi baik jika orang muslim itu baik dan baik pula hatinya. Walaupun telah dicangkokkan, maka urat-urat nadinya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan jantung tersebut dan suplay darahnya seluruhnya dari tubuh muslim, maka dia dianggap menjadi baik setelah sebelumnya berasal dari sesuatu yang buruk, menjadi baik karena adanya suplay dari tubuh muslim kepadanya dan dia berada di dalamnya, ikut beribadah kepada Allah, mengagungkan Allah dan membesarkannya, takut kepadanya dan merasa terpantau olehNya. Maka perkara ini, jika memang ada dan benar terjadi dan bahwa organ tersebut dapat hidup di tubuh yang lain, hukumnya seperti ginjal atau kornea mata dan organ tubuh lainnya yang ditransplantasikan.

Apabila organ tubuh telah dipindahkan dari orang kafir kepada orang muslim, maka dia menjadi baik, jika dipindahkan dari tubuh orang muslim kepada orang kafir, maka dia menjadi bagian tubuh orang kafir, dibangkitkan bersamanya pada hari kiamat dan ikut bersamanya. Karena anggota badan akan mengikuti manusia, dia menjadi bagiannya. Jika digunakan untuk ketaatan, maka dia menjadi baik, jika digunakan untuk kesyirikan dan kekufuran atau membenci Allah dan RasulNya, maka dia berubah dari baik kepada buruk.

Misalnya seorang muslim, jika dia murtad dari agamanya, maka dia menjadi munafik atau kafir, maka dia berpindah kepada keburukan dan hilanglah sifat kebaikan dengan kekufuran dan murtadnya. Begitu pula jika organ tubuh orang muslim dipindahkan kepada orang kafir, maka dia menjadi buruk, dan jika organ tubuh orang kafir dipindahkan kepada muslim, maka dia menjadi baik. Ini adalah perkara yang saya tidak ketahui ada masalah dan pertentangan di dalamnya jika dia terjadi.” (Fatwa Syekh Abdulaziz bin Baz rahimahullah, Fatawa Nurun Aladdarb, 4/1897-1899 dipublikasikan dalam Islamqa.info)

 

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker