Mencegah Stroke dengan Meniru Pola Hidup Rosulullah

Senyumperawat.com – Penyakit Stroke termasuk pembunuh terbesar umat manusia. Baik itu Stroke Hemoragic atau non Hemoragic. Nanti kita bahas satu per satu di bawah. Dalam perkara seperti ini, mencegah Stroke akan jauh lebih diutamakan. Sebab bagaimana pun, yang namanya penyakit pasti tidak disukai oleh siapa pun kecuali ada salah seorang sahabat Nabi. Dalam beberapa literatur sejarah para sahabat disebutkan kisah ini. Ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rosulullah. Ia bertanya yang tidak lazim yakni penyakit apa yang ketika seseorang mendapatinya maka seluruh dosanya diampuni. Kemudian Rosulullah menyebutkan penyakit demam. Akhirnya sahabat itu tadi memohon kepada Allah untuk diberikan penyakit demam dan dikabulkan. Sahabat itu ialah Ubay bin Ka’ab.

Mengenal apa itu Stroke

Kita akan membahas mulai dari pengertian, macam-macam Stroke dan penyebabnya. Secara umum masyarakat beranggapan bahwa pengertian Stroke adalah penyakit syaraf. Sebenarnya yang lebih tepat penyakit Stroke adalah penyakit yang berkenaan dengan peredaran darah. Khususnya pembuluh darah yang ada di otak. Pembuluh darah inilah yang memberikan suplai oksigen dan nutrisi ke otak. Ketika oksigen tersebut mengalami hambatan maka kerja otak pun akan terganggu.

Pada kasus Stroke, suplai oksigen dan nutrisi ke otak bisa saja terganggu karena dua hal yakni sumbatan pada pembuluh darah hingga pecahnya pembuluh darah. Kita bahasakan sederhana ibarat selang air. Ketika kita menggunakan selang air yang mana selang tersebut terdapat sumbatan, maka airnya akan terhambat untuk mengalir. Akibatnya pada bagian sumbatan akan terjadi peningkatan tekanan. Jika selang sudah tidak kuat lagi menahan tekanan maka selang bisa saja pecah.

Ketika terjadi hambatan suplai darah ke otak, maka aktivitas otak akan terganggu. Pada saat itu, gejala awal Stroke biasanya tampak. Kalau sudah terjadi pecahnya pembuluh darah otak, maka bisa sampai Stroke secara permanen karena tidak dapat diperbarui.

Pembagian Stroke

Pembagian Stroke dapat dikategorikan dalam beberapa ketentuan. Namun secara umum yang mudah dipahami adalah Stroke dibagi menjadi 2 yakni Hemoragik dan non Hemoragik. Bicara tentang Stroke Hemoragik maka berkenaan dengan pecahnya pembuluh darah. Jika sudah terjadi hal demikian, jika pun selamat maka seseorang akan mengalami Stroke permanen. Jika lebih parah dari itu maka biasanya koma. Jika lebih parah lagi maka bisa terjadi kematian.

Berbeda kasus dengan Stroke Non Hemoragi. Kalau Stroke jenis ini dibedakan kembali menurut gejala yang timbul. Ada yang sifatnya gangguan sistem persyarafan lokal berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam. Namun ada pula yang sampai satu hari atau satu minggu. Ada pula yang sifatnya berlangsung semakin memburuk.

Faktor-faktor resiko terserang Stroke

  1. Faktor Usia. Angka kejadian stroke ini meningkat pada orang yang berumur di atas 55 tahun. Walaupun kejadian stroke bisa menimpa pada umur di bawah 45 tahun.
  2. Penyakit Hipertensi (tekanan darah tinggi). Hubungan antara hipertensi dan stroke sangat erat karena tingginya tekanan darah pada seseorang bisa meningkatkan resiko dengan terjadinya stroke.
  3. Jenis kelamin. Angka kejadian stroke ini pada jenis kelamin pria 19 % lebih tinggi daripada jenis kelamin wanita.
  4. TIA (Transient Ischemic Attack). Perlu diingat bahwa ini bukan nama orang melainkan penyakit. TIA disebut juga stroke ringan adalah serangan yang terjadi saat pasokan darah ke otak mengalami gangguan sesaat. Serangan ini umumnya berlangsung lebih singkat dari stroke, yaitu selama beberapa menit hingga beberapa jam, dan penderita akan pulih dalam waktu satu hari. Pada 60 % kasus stroke dengan iskemik didahului dengan TIA. Seiring dengan makin seringnya terjadi TIA ini, makin besar resiko terjadinya stroke.
  5. Penyakit kardiovaskular atau pembuluh darah (penyakit arteri koronaria), gagal jantung kongestif, hipertrofi ventrikel kiri, fibrilasi atrium). Setelah baca nama-nama penyakitnya, harap jangan pusing. Namanya juga bahasa medis.
  6. Seseorang dengan kadar kolesterol tinggi dalam darahnya adalah salah satu juga resiko meningkatnya kejadian stroke ini.
  7. Obesitas (kegemukan). Hal ini juga berhubungan dengan adanya dan tingginya kolesterol jahat pada seseorang.
  8. Kadar hematokrit darah yang tinggi. Hal ini karena darah akan cepat mengental sehingga aliran darah menjadi lambat sehingga menimbulkan endapan dan endapan ini yang akan menjadi resiko terjadinya stroke bila terjadi pada pembuluh darah otak.
  9. Penyakit Diabetes Mellitus. Pada penderita dengan diabetes melitus ini akan bisa terjadi peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) dan dengan terjadinya hiperglikemia ini maka darahnya akan kental dan akan menjadi endapan pada pembuluh darah atau disebut dengan thrombus dan dengan ini bisa menimbulkan penyakit stroke.
  10. Merokok. Kebiasaan buruk merokok mengakibatkan adanya pengendapan darah (arteriosklerosis) yang bisa menyebabkan stroke.

Pilih Mencegah Atau Mengobati?

Melihat betapa seriusnya penyakit ini, semoga tidak ada yang berkeinginan untuk lebih memilih penyakit ini. Kalau tadi di depan kami sajikan sedikit kisah seorang sahabat yang meminta sakit, tapi jangan coba-coba meminta penyakit yang satu ini. Penyakit Stroke merupakan salah satu penyakit mematikan. Jika belum sampai pada kondisi itu, minimal aktivitas fisiknya akan terganggu. Persyarafan jadi tidak normal dan segala bentuk ibadah jadi tidak maksimal.

Lalu bagaimana cara pencegahannya?

Banyak orang lebih sibuk membuka literatur kesehatan terkini untuk sekedar mengetahui penyakit. Namun terkadang lupa bahwa ada seorang yang pernah hidup di dunia ini dan hanya sakit sebanyakk dua kali. Itu pun yang satunya karena diracun. Ya, ia adalah Rosulullah Muhammad shollallaahu ‘alayhi wa sallam. Sebenarnya cukup dengan mengikuti pola hidup Nabi, maka yang namanya penyakit bisa dibilang akan jauh dari diri kita.

Setiap penyakit akan sangat dipengaruhi oleh pola hidup. Jika pola hidup kita baik maka kesehatan akan selalu hinggap. Namun ketika pola hidup kita jauh dari yang namanya sehat maka penyakit akan mudah bersarang. Ada pun beberapa tips ringan yang bisa dilakukan seperti:

  • Hindari stres yang dapat memicu hipertensi karena inilah faktor paling sering penyebab stroke. Mencegah stres ala Rosulullah adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah. Perdalam ilmu agama dan hiasi hati untuk selalu mengingat Allah. Sungguh Allah telah menjelaskan dalam ayatnya bahwa dengan berdzikir atau mengingat Allah maka hati akan menjadi tenang.
  • Menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang. Batasilah asupan garam serta lemak dan tingkatkan konsumsi makanan yang kaya akan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Rosulullah menyukai daging, namun beliau tidak lantas selalu makan daging. Buah kurma, zaitun, madu dan terutama habbat sauda adalah resep dari Nabi. Jangan sungkan untuk mengonsumsi bahan-bahan yang Allah dan Rosulullah menyebutkan sebagai obat tersebut.
  • Rajin olahraga. Anda dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga, setidaknya 2,5 jam dalam seminggu. Bukanlah Rosulullah juga mengajarkan untuk menguasai beberapa cabang olahraga semisal memanah, berenang, melempar, lari, berkuda, bergulat dan lain sebagainya. Banyak sekali rutinitas olahraga yang dapat kita terapkan. Terutama yang disunnahkan yakni memanah, berkuda dan berenang.
  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi minuman keras. Tengoklah Rosulullah, sosok panutan kita sebagai umat Islam tidaklah sekalipun menyentuh kedua benda itu. Bahkan kini masih banyak orang yang menyangkal bahwa mati adalah takdir jadi perokok maupun bukan tetaplah akan mati pada waktunya. Padahal secara ilmiah pun sudah dijelaskan bahwa merokok itu menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
  • Menjaga berat badan yang ideal. Rosulullah disebutkan dalam banyak literatur sejarah memiliki badan yang sigap. Tubuh beliau cukup kekar dan begitu terjaga. Jadi ketika kita mengikuti pola hidup Rosulullah, maka untuk mencapai berat badan ideal tidaklah sulit.
  • Segera atasi masalah kesehatan semisal hipertensi, kolesterol tinggi, serta diabetes.
  • Menghindari obat-obatan terlarang.

Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker