Pola Makan dan Minum yang Sehat Mengikuti Sunnah

Islam Way Petuah

Senyumperawat.com – Pola makan dan minum yang sehat dan sesuai sunnah adalah landasan dasar untuk menyeimbangkan diri. Selain mendapatkan nutrisi fisik, ditinjau dari sisi ruhiyah pun mendapatkan menfaatnya. Betapa teladan hidup sehat terbaik adalah Rosulullah yang seumur hidup beliau hanya sakit dua kali. Beliau mengalami sakit saat demam tatkala menerima wahyu. Tubuh beliau menggigil hingga istri beliau yakni Khodijah pun sigap menyelimuti. Kemudian tatkala menjelang wafat, Rosulullah mengalami sakit yang begitu berat.

Subhanallah, teladan terbaik memberikan kita pola makan dan minum terbaik. Oleh karena itu, jika kita mengkaji beragam literatur dalam Al Quran dan Sunnah, maka akan kita jumpai tata cara makan dan minum yang sehat. Al Quran menjelaskan beberapa ayat terkait makan dan minum. Dalam hadits pun Rosulullah memberikan contoh pola makan dan minum sehari-hari.

Penting untuk diperhatikan bahwasanya rejeki datangnya dari Allah. Maka rejeki itu harus didapatkan dengan cara yang baik. Tidak hanya cara melainkan juga wujud bendanya harus dipastikan halal.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu…” [Al-Baqarah/2: 172]

Jangan makan dan minum berlebihan

Bicara tentang ayat Al Quran, Allah telah memfirmankan satu ayat tentang pola makan dan minum. Salah satunya adalah ayat berikut ini:

( وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ) سورة الأعراف: 31

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Ayat di atas sangat jelas isinya. Allah saja melarang kita dengan kalimat larangan agar kita tidak mengedepankan nafsu. Hendaknya nafsu dapat kita kendalikan termasuk dalam hal makan dan minum. Selain dari sisi ruhiyah sangat dilarang, dari sisi kesehatan pun sangat ditekankan. Ketika kita terlalu berlebihan dalam makan dan minum maka perut kita akan sulit untuk mencerna. Selain itu, kita akan kesulitan untuk bernafas karena area perut mendorong rongga dada naik akibat makan dan minum berlebihan. Munculnya rasa malas juga akibat dari makan dan minum berlebih sehingga rasanya hanya ingin bersantai saja. Terlebih lagi ketika sudah makan dan minum berlebih, kita akan kesulitan untuk beraktivitas dan perut mudah terasa nyeri.

Hadits dari Rosulullah di bawah ini mungkin tidak asing lagi,
Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

مَا مَلأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ لُقَيْمَات يُقِمْنَ صُلْبَهُ ، فَإِنْ كَانَ لا مَحَالَةَ ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ (رواه الترمذي، رقم 2380، وابن ماجه، رقم 3349، وصححه الألباني في صحيح الترمذي، رقم 1939)

“Tidak ada wadah yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah anak Adam mengkonsumsi beberapa suap makanan untuk menguatkan tulang rusuknya. Kalau memang tidak ada jalan lain (memakan lebih banyak), maka berikan sepertiga untuk (tempat) makanan, sepertiga untuk (tempat) minuman dan sepertiga untuk (tempat) nafasnya.” (HR. Tirmizi, no. 2380, Ibnu Majah, no. 3349, dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab shahih Tirmizi, no. 1939)

Diriwayatkan oleh Hakim dari Abu Juhaifah radhiallahu ’anhu, dia berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ شِبَعًا فِي الدُّنْيَا أَكْثَرُهُمْ جُوعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya orang yang paling banyak kenyang di dunia, mereka adalah orang yang paling lapar di hari kiamat”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abu Dunya, dengan tambahan: Maka Abu Juhaifah tidak pernah makan memenuhi perutnya (kekenyangan) sampai meninggal dunia. Dishahihkan oleh Al-Albany dalam kitab As-Silasilah As-Shahihah, no 342)

Buatlah jadwal makan

Rosulullah mengajarkan kepada kita puasa. Sungguh puasa menjadikan kita memiliki jadwal makan yang rutin. Kita akan terbiasa makan dengan pola 2 kali sehari. Sedangkan untuk selain waktu itu, akan kembali kepada ayat di atas. Kita tidak boleh berlebihan terutama saat berbuka puasa. Manfaat yang akan sangat terasa ketika puasa adalah kondisi perut yang lebih nyaman. Boleh jadi tidak sedikit dari kita punya gejala gastritis atau maag. Puasa akan menjadwal ulang kapan asam lambung kita keluar. Oleh karena itu, puasa sangat dianjurkan karena manfaatnya bagi kesehatan amat besar.

Tapi, tidak semua orang sanggup untuk puasa. Maka solusi lainnya adalah dengan membuat jadwal makan. Biasanya pasien di rumah sakit akan diberikan jadwal makan. Jadwalnya akan disesuaikan dengan waktu. Misalkan pagi sarapan pada jam yang sama tiap harinya. Kemudian menjelang siang, sediakan cemilan ringan sebagai pengganti energi yang terpakai sehingga rasa kantuk tidak mudah hinggap. Kemudian makan siang pun dijadwal pada jam yang sama tiap harinya. Lalu pada sore hari sediakan cemilan ringan sebagai pengganti energi yang hilang sementara. Baru saat makan malam upayakan tidak terlalu banyak. Sedangkan malam harinya, upayakan untuk tidak makan lagi karena jika makan lagi akan meningkatkan resiko obesitas akibat penimbunan energi yang tidak terpakai.

Pastikan makanan dan minuman dengan gizi seimbang

Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang akan menunjang hidup sehat. Konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, mineral dan tentunya vitamin. Banyak sekali varian makanan yang bisa kita dapatkan. Semuanya bisa diolah sesuai selera. Namun perlu diperhatikan pula cara memasak yang baik sehingga apa yang terkandung di dalam bahan makanan tersebut tidak rusak.

Bagi seorang muslim, seluruh bahan makanan tersebut sudah Allah berikan rambu-rambu mana yang halal dan mana yang haram. Misalkan hewan laut, maka semuanya halal. Berbeda dengan hewan darat, ada yang Allah larang misalkan yang bertaring, binatang buas, bangkai, anjing dan babi. Tentunya pula makanan atau minuman hasil curian, jelas haram adanya.

Jauhi makanan dan minuman sampah

Banyak sekali makanan sampah berkeliaran di muka bumi. Ia adalah makanan yang bukannya memberikan nutrisi melainkan justru merusak tubuh. Makanan atau minuman sampah tersebut memiliki ciri khas yakni berpengawet, berpemanis buatan, dan pewarna yang tidak lazim untuk makanan. Di lain sisi, ada juga makanan yang sudah tidak ada gizinya lagi. Misalkan makanan yang dihangatkan berhari-hari. Selain itu, makanan yang disajikan dengan cara memasak yang salah.

Siapa sih yang tidak suka dengan yang namanya pecel lele. Tentu hampir semua kita pernah mampir ke warung tenda. Coba perhatikan minyak yang digunakan untuk memasak. Kalau minyak yang digunakan untuk menggoreng sudah berwarna hitam legam, maka itu adalah minyak yang sudah tidak baik lagi untuk dikonsumsi. Menurut banyak riset, jika kita rajin mengonsumsinya makanan yang dioleh dengan minyak seperti itu maka akan memicu kanker dalam tubuh kita.

Memperhatikan adab ketika makan dan minum

Adab pertama adalah baca doa. Jangan sampai lupa baca doa baik sebelum maupun setelah makan. Ketika kita makan sembari bicara, kalau jaman dulu pasti orang tua kita akan menegur. Hendaknya jangan berbicara sewaktu makan. Di area persimpangan antara saluran nafas dan saluran cerna kita, ada katup bernama epiglotis. Katup ini mengatur harus ke mana benda yang melaluinya akan diarahkan. Ketika kita makan maka saluran nafas ditutup, dan ketika bernafas maka saluran cerna yang ditutup. Oleh karena itulah, jika kita makan sembari bicara maka udara akan masuk dan makanan juga akan masuk. Akibatnya akan beresiko tersedak. Begitu paradigma yang selama ini kita pahami.

Namun ternyata Rosulullah melakukan sebaliknya dari itu. Justru ada penjelasan hadits yang menyatakan bahwasanya Rosulullah menganjurkan makan sembari berbicara. Coba simak hadits dan penjelasan ulama di bawah ini:

Anjuran berbicara saat makan

Sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma menceritakan, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah meminta istrinya untuk diambilkan lauk. Namun kata mereka, ‘Kami tidak punya lauk apapun selain cuka.’

Beliau tetap minta diambilkan cuka, dan makan dengan lauk cuka dan mengatakan,

نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ ، نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ

Sebaik-baik lauk adalah cuka… sebaik-baik lauk adalah cuka… (HR. Muslim 2052)

An-Nawawi menjelaskan hadis di atas,

وَفِيهِ اِسْتِحْبَاب الْحَدِيث عَلَى الْأَكْل تَأْنِيسًا لِلْآكِلِينَ

Dalam hadis ini terdapat anjuran untuk berbicara ketika makan, untuk membuat suasana akrab bagi orang-orang yang ikut makan. (Syarh Shahih Muslim, 7/14)

Berdasarkan hadis ini, para ulama menganjurkan untuk berbicara ketika makan. Terutama pembicaraan yang isinya pujian terhadap makanan dan pujian kepada Allah yang memberi makan

Ibnul Muflih menyebutkan keteragan Ishaq bin Ibrahim,

تعشيت مرة أنا وأبو عبد الله وقرابة له فجعلنا لا نتكلم وهو يأكل ويقول الحمد لله وبسم الله، ثم قال أكل وحمد خير من أكل وصمت ولم أجد عن أحمد خلاف هذه الرواية صريحا ولم أجدها في كلام أكثر الأصحاب، والظاهر أن أحمد – رحمه الله – اتبع الأثر في ذلك فإن من طريقته وعادته تحري الاتباع

“Suatu ketika aku makan malam bersama Abu Abdillah yaitu Imam Ahmad bin Hanbal ditambah satu kerabat beliau. Ketika makan kami sedikit pun tidak berbicara sedangkan Imam Ahmad makan sambil mengatakan alhamdulillah dan bismillah setelah itu beliau mengatakan,

“Makan sambil memuji Allah itu lebih baik daripada makan sambil diam.” Tidak aku dapatkan pendapat lain dari Imam Ahmad yang secara tegas menyelisihi nukilan ini. Demikian juga tidak aku temukan dalam pendapat mayoritas ulama pengikut Imam Ahmad yang menyelisihi pendapat beliau di atas. Kemungkinan besar Imam Ahmad berbuat demikian karena mengikuti dalil, sebab di antara kebiasaan beliau adalah berupaya semaksimal mungkin untuk sesuai dengan dalil.” (Adab Syariyyah, 3/177).

Keterangan yang lain disampaikan Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar,

بابُ استحباب الكَلامِ على الطَّعام. فيه حديث جابر الذي قدَّمناه في ” باب مدح الطعام “.قال الإِمام أبو حامد الغزالي في ” الإِحياء ” من آداب الطعام أن يتحدَّثوا في حال أكله بالمعروف، ويتحدّثوا بحكايات الصالحين في الأطعمة وغيرها

“Dianjurkan berbicara ketika makan. Berkenaan dengan ini terdapat sebuah hadits yang dibawakan oleh Jabir radhiyallahu ‘anhu sebagaimana yang telah kami kemukakan dalam sub “Bab memuji makanan”. Imam Abu Hamid al-Ghazali dalam kitab al-Ihya mengatakan bahwa termasuk etika makan ialah membicarakan hal-hal yang baik sambil makan, membicarakan kisah orang-orang yang shalih dalam makanan.” (al-Adzkar, hlm. 234)

Tentunya, sebelum berbicara lebih baik telan dulu makannya. Selain beresiko tersedak juga nantinya dikhawatirkan ada nasi yang terbang ke wajah teman di hadapannya. Adab lain saat makan atau minum yang perlu diperhatikan adalah jangan mencela makanan. Hendaknya mengambil makanan yang dekat dengan kita terlebih dahulu. Makanlah dengan sopan dalam makna tidak bersuara saat mengunyah, tidak bersuara saat memakai sendok dan tidak meludah sembarangan. Termasuk sunnah pula menggunakan tiga jari jika makan tanpa sendok. Larangan meniup makanan atau minuman pun ada sunnahnya, jadi mari kita lazimi bersama.

Salah satu adab yang juga penting kami rasa adalah mendahulukan yang lebih tua. Jika ada yang bertamu, dahulukan tamu kita untuk makan. Hal ini pun dicontohkan oleh Nabi dan sahabat betapa mereka sangat arif dalam menyambut tamu.

Demikian sekilas tentang pola makan dan minum yang sehat mengikuti sunnah Nabi Muhammad shollallaahu ‘alayhi wa sallam. Masih banyak tips lain yang akan dibahas di lain kesempatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.