Penyebab Operasi Sesar Dilakukan

0
Penyebab Operasi Sesar Dilakukan Saat Persalinan

Senyumperawat.com – Penyebab operasi sesar dilakukan oleh tim dokter kepada ibu yang akan melahirkan berkaitan dengan hidup-mati. Operasi sesar atau biasa disebut dengan Sectio Caesarea adalah sebuah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk melahirkan janin dengan membuka dinding perut dan dinding uterus. Tentu penyebab operasi sesar ini sudah dipertimbangkan dengan matang sebelumnya.

Sectio Caesarea bisa juga disebut dengan persalinan buatan. Bagaimana tidak, bayi yang seharusnya lahir melalui jalan semestinya, tidak dapat dilakukan karena kondisi yang tidak memungkinkan. Seperti halnya ketika suatu jalan raya dialihkan ke jalur lain karena ada masalah pada jalan utama Bisa juga karena memang kendaraan yang tidak semestinya lewat situ.

Penyebab operasi sesar yang biasa terjadi

  1. Plasenta previa
  2. Gawat janin
  3. Disproporsi sefalo-pelvik (ketidakseimbangan kepala dan panggul).
  4. Pernah dilakukan operasi sesar pada persalinan sebelumnya
  5. Kelainan letak.
  6. Pre eklampsia dan hipertensi
  7. Incoordination uteri action (tidak ada kerjasama yang teratur antara fungsi alat kandungan).

Baca Juga: Kondisi Gawat Janin Dapat Berujung Kematian Bayi

Angka kejadian Sectio Caesarea

Dulu angka morbiditas dan mortalitas untuk ibu dan janin tinggi. Pada masa sekarang oleh karena kemajuan yang pesat dalam tehnik operasi, anastesi, penyediaan cairan dan darah, indikasi dan antibiotika, angka ini sangat menurun. Angka kematian ibu pada rumah – rumah sakit dengan fasilitas operasi yang baik dan oleh tenaga-tenaga yang cekatan adalah kurang dari 2 per 1000. nasib janin yang ditolong secara seksio sesarea sangat tergantung dari keadaan janin sebelum dilakukan operasi. Menurut data dari negara – negara dengan pengawasan antenatal yang baik dan fasilitas neonatal yang sempurna, angka kematian perinatal sekitar 4 – 7 %.

Jenis-jenis operasi sesar

  1. Sectio Caesarea klasik (korporal). Dengan sayatan memanjang pada korpus uteri kira – kira sepanjang 10 cm.
  2. Sectio Caesarea ismika (profunda). Dengan sayatan melintang konkaf pada segmen bawah rahim kira-kira 10 cm.

Ketika akhirnya dokter menentukan untuk dilakukan Sectio Caesarea, maka tentunya setiap tindakan ada resiko. Komplikasi saat melahirkan normal pun ada, begitu pun ketika melahirkan dengan cara sesar. Infeksi mungkin saja terjadi jika perawatan pasca operasi sesar kurang baik. Komplikasi lain yang sangat terasa tentunya kenaikan suhu selama beberapa hari dalam masa nifas. Perdarahan bisa saja terjadi yang oleh karenanya persiapan untuk disediakan donor darah akan diinstruksikan oleh dokter.

Baca Juga: Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Pada Persalinan Normal, Sesar dan Bayi Kembar

Perdarahan banyak bisa timbul pada waktu pembedahan jika cabang-cabang arteri ikut terbuka, atau karena atonia uteri. Komplikasi-komplikasi lain seperti luka kandung kencing, embolisme paru-paru, dan sebagainya sangat jarang terjadi. Suatu komplikasi yang baru kemudian tampak, ialah kurang kuatnya parut pada dinding uterus, sehingga pada kehamilan berikutnya bisa terjadi ruptura uteri. Kemungkinan peristiwa ini lebih banyak ditemukan sesudah seksio sesarea klasik.

Tinggalkan Komentar