pengertian stroke dan klasifikasinya

Pengertian Stroke dan Tiga Klasifikasi Stroke

Senyumperawat.com – Pengertian Stroke telah dijelaskan oleh banyak pakar. Jika pun diuraikan secara singkat, pengertian Stroke bisa dimaknai dengan gangguan neurologik yang terjadinya itu mendadak. Nah, gangguan ini bisa bersifat mematikan bahkan. Penyebabnya tentu karena masalah sirkulasi darah ke otak yang terganggu. Hal ini akibat rusaknya pembuluh darah karena tekanan yang tinggi atau bisa juga karena adanya sumbatan pembuluh darah. Secara ilmiah, para pakar telah menjabarkannya.

Pengertian Stroke

Stroke atau penyakit cerebrovaskuler mengacu kepada setiap gangguan neurologik mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui system suplai arteri otak. (Price, Silvia A. 2006 : 1110)

Stroke adalah sindrom klinis yang awal timbulnya mendadak, progresif cepat, berupa defisit neurologist fokal dan global yang berlangsung 24 jam / lebih langsung, yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah ke otak non traumatik. (Manjoer, 2000 : 17)

Stroke juga dapat didefinisikan sebagai defisit neurologist yang mempunyai awitan mendadak dan berlangsung 24 jam sebagai akibat dari CVD (cerebral vascular disease). (Hudak dan Gallo, 1996 : 254)

Tiga Klasifikasi Stroke

Sistem klasifikasi lama biasanya membagi stroke menjadi tiga kategori berdasarkan penyebab, yaitu :

1. Stroke trombotik

Trombosis pembuluh besar dengan aliran lambat adalah subtipe kedua stroke iskemik. Sebagian besar dari stroke ini terjadi saat tidur, saat pasien relative mengalami dehidrasi dan dinamika sirkulasi menurun. Gejala dan tanda yang terjadi akibat stroke iskemik ini bergantung pada lokasi sumbatan dan tingkat aliran kolateral di jaringan otak yang terkena. Stroke trombotik dari sudut pandang klinis tampak “gagap”, dengan gejala hilang timbul berganti-ganti secara cepat. Pada pasien ini mungkin sudah mengalami beberapa kali serangan TIA (Transient Iskemik Attack) tipe lakunar sebelum akhirnya mengalami stroke.

2. Stroke embolik

Stroke embolik di klasifikasikan berdasarkan arteri yang terlibat (misalnya stroke arteria vertebralis). Stroke yang terjadi akibat embolus biasanya menimbulkan defisit neurologik mendadak dengan efek meksimum sejak awitan penyakit. Biasanya serangan terjadi saat pasien beraktivitas. Stroke kardioembolik yaitu jenis stroke embolik tersering.

3. Stroke hemoragik.

Stroke hemoragic yang merupakan sekitar 15% sampai 20% dari semua stroke, dapat terjadi apabila lesi vaskular intraserebrum mengalami ruptur sehingga terjadi pendarahan ke dalam ruang subaraknoid. Pendarahan dapat dengan cepat menimbulkan gejala neurologik karena tekanan pada struktur-struktur saraf didalam tengkorak. Iskemia adalah konsekuensi sekunder dari pendarahan baik yang spontan maupun traumatik. Mekanisme terjadinya iskemia tersebut ada dua yaitu :

  1. Tekanan pada pembuluh darah akibat ekstravasasi darah kedalam tengkorak yang volumenya tetap dan,
  2. Vasospasme reaktif pembuluh-pembuluh darah yang terpajan ke darah bebas di dalam ruang antara lapisan araknoid dan pia meter meningen.

Biasanya stroke hemoragik secara cepat menyebabkan kerusakan fungsi otak dan kehilangan kesadaran. Namun, apabila pendarahan berlangsung lambat, pasien kemungkinan besar mengalami nyeri kepala hebat, yang merupakan skenario khas pendarahan subaraknoid (PSA). Tindakan pencegahan utama untuk pendarahan otak adalah mencegah cedera kepala dan mengendalikan tekanan darah. (Price, Silvia A. 2006 : 1110)

Referensi:

  • Smeltzer, Suzanne C. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Brunner dan Sudart. Jakarta : EGC
  • Syaifudin, 1997. Anatomi Fisiologi. Jakarta : EGC
  • Price, Sylvia A. 2006. Patofisiologi. Jakarta : EGC
  • Hudak, Gallo. 1996. Perawatan Kritis II. Jakarta : EGC
  • Long, Barbara C. 1996. Buku Saku Keperawatan Bedah. Jakarta : EGC
  • Wilkinson, Judth M, 2002. Diagnosis keperawatan. Penerbit buku kedokteran, EGC : Jakarta

Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *