Gaji Perawat Naik Dua Kali Lipat Tahun 2017, dari 800 Ribu Jadi 1,6 Juta

0
Gaji Perawat Naik Dua Kali Lipat Tahun 2017

Senyumperawat.com – Gaji perawat naik dua kali lipat di tahun 2017. Demikian wacana yang disampaikan oleh DPRD Ngajnjuk. Ribuang tenaga kesehatan kontrak dan juga guru akan mendapatkan rejeki tersebut. Wacana ini baru muncul di kabutanten Nganjuk. Pasalnya DPRD Nganjuk dan pemkab menyepakati kenaikan gaji dalam kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) 2017.

Kenaikan gaji tersebut diberikan kepada perawat kontrak di RSUD Nganjuk dan Kertosono. Sebelumnya, gaji perawat di RSUD Kertosono lebih tinggi. Gaji lulusan SMA naik dari 600 ribu menjadi 1,4 juta. Untuk gaji perawat lulusan D3 naik dari 700 ribu menjadi 1,5 juta. Sedangkan gaji perawat lulusan S1 naik dari 800 ribu menjadi 1,6 juta.

Bisa dikatakan, gaji perawat naik dua kali lipat dari sebelumnya. Kenaikan gaji perawat hingga 100% ini tentunya akan disambut baik. Mengingat selama ini gaji perawat sangat kecil. Tidak sebanding dengan beban kerja yang tinggi.

Gaji perawat naik hingga 100% ini akan membawa dampak kepada wilayah lain. Tentunya nasib perawat yang gajinya baru sebesar 200 ribu juga akan menuntut hal serupa.

Selain perawat, kenaikan gaji dialami tenaga kesehatan di puskesmas dan polindes. Jika tahun ini mereka hanya mendapat Rp 600 ribu per bulan, tahun depan gaji tenaga kesehatan naik menjadi Rp 1 juta. Selain gaji, uang transportasi kader posyandu naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 75 ribu.

Dikonfirmasi terkait kenaikan gaji tersebut, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Nganjuk Agus Subagyo membenarkannya. Kesepakatan tersebut sudah final setelah dirapatkan dengan DPRD Nganjuk pada Selasa malam (22/11). Selanjutnya, usulan tersebut masuk rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) 2017. “Kami sudah sepakati naik tahun depan,” kata Agus.

Menurut dia, gaji tenaga kesehatan dua kali dinaikkan. Selain tahun depan, pada 2016 ada kenaikan dari Rp 500 ribu menjadi Rp 600 ribu.

“Ini kali kedua dinaikkan,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Nganjuk tersebut.

Menaikkan gaji pegawai kontrak, lanjut dia, bukan tanpa pertimbangan. Setelah gaji menjadi lebih besar, dia berharap kinerja mereka meningkat. “Kenaikan gaji untuk peningkatan kualitas pegawai dan kesejahteraan,” paparnya.

Dalam KUA-PPAS 2017, pemkab tidak hanya mengalokasikan penambahan gaji. Untuk kali pertama, pegawai negeri sipil (PNS) akan menerima tunjangan makanan dan minuman (mamin).

Sesuai usulan, masing-masing PNS menerima Rp 25 ribu per hari. Dengan waktu kerja lima hari setiap minggu, mereka mendapatkan tunjangan mamin Rp 500 ribu per bulan.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Nganjuk Raditya Haria Yuangga menyatakan, pihaknya mendukung upaya pemkab untuk menaikkan gaji tenaga kontrak. Hal itu terkait masalah kesejahteraan pegawai. “Kami sepakati bersama kenaikannya,” ucap politisi Partai Hanura itu.

Hanya, Angga meminta kenaikan gaji tersebut harus diikuti peningkatan kinerja. Sebab, selama ini, dia sering menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait pelayanan di rumah sakit maupun puskesmas. “Pelayanannya harus lebih baik,” pintanya. (Jawapos/Destur)

Tinggalkan Komentar