Bahaya Pre Eklampsia dan Pencegahannya

Senyumperawat.com – Bahaya Pre eklampsia bagi seorang ibu sampai berkenaan dengan nyawa jika tidak ditangani dengan baik menjadi Eklampsia. Kasus terjadinya Pre eklampsia tidaklah sedikit. Oleh karenanya, penyuluhan tentang bahaya Pre eklampsia tentunya perlu dilakukan secara komprehensif sebagai langkah preventif. Pengertian Pre eklampsia itu sendiri merupakan gejala yang timbul pada ibu hamil terutama saat bersalin dan saat nifas. Gejala tersebut berkenaan dengan hipertensi, proteinuria dan edema atau pembengkakan tubuh.

Gejala yang timbul pada Pre eklampsia

Biasanya pada kasus Pre eklampsia, diawali dengan pertambahan berat badan ibu yang berlebih. Kemudian tubuh ibu hamil tersebut mengalami edema atau pembengkakan pada bagian ekstremitas yakni tangan atau kaki yang paling sering. Akibat sirkulasi darah terganggu, hipertensi atau tekanan darah tinggi pun bisa terjadi. Kemudian barulah gejala proteinuria dijumpai. Pada Pre eklampsia berat didapatkan sakit kepala di daerah frontal, diplopia, penglihatan kabur, nyeri di daerah epigastrium, mual atau muntah. Gejala-gejala ini sering ditemukan pada Pre eklampsia yang meningkat dan merupakan petunjuk bahwa eklampsia akan timbul. Demikian amat berbahaya Pre eklampsia jika tidak segera diatasi.

Pada pre eklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. Pada beberapa kasus, lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilakui oleh satu sel darah merah. Jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme, maka tenanan darah akan naik sebagai usaha untuk mengatasi tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat dicukupi. Sedangkan kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstitial belum diketahui sebabnya, mungkin karena retensi air dan garam. Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus (Sinopsis Obstetri, Jilid I, Halaman 199).

Pemeriksaan diagnostik untuk Pre eklampsia

  • Pengukuran tekanan darah, analisis protein dalam urin, pemeriksaan edema, pengukuran tinggi fundus uteri, pemeriksaan funduskopi.
  • Evaluasi hematologik (hematokrit, jumlah trombosit, morfologi eritrosit pada sediaan apus darah tepi).
  • Pemeriksaan fungsi hati (bilirubin, protein serum, aspartat aminotransferase, dan sebagainya).
  • Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin). Uji untuk meramalkan hipertensi
  • Roll Over test. Pemberian infus angiotensin II.

Pencegahan bahaya Pre eklampsia

Ibu hamil harus melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) secara rutin. Pastikan ibu hamil benar-benar memahami status kehamilannya. Tentunya seorang ibu hamil perlu mencari banyak referensi bacaan untuk menambah wawasan dalam menghadapi statusnya sebagai ibu hamil. Harus selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya Pre eklampsia. Tenaga kesehatan hendaknya memberikan penyuluhan terkait tanda bahaya yang mungkin terjadi. Terutama bahaya Pre eklampsia jika sampai terjadi Eklampsia. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan terkait pola makan, istirahat dan aktivitas selama hamil. Kenali sedini mungkin akan tanda bahaya Pre eklampsia untuk mendapatkan pertolongan segera.

Share

This website uses cookies.