5 Jenis Perawatan Setelah Operasi Caesar

Senyumperawat.com – Setelah operasi caesar, tentu perasaan yang paling dirasakan adalah sakit. Meskipun boleh jadi ada juga rasa bahagia karena menyambut anak tercinta. Tentunya, akan ada perawatan khusus setelah caesar. Para perawat atau bidan yang berjaga di ruangan perawatan akan memberikan layanan perawatan pasca caesar. Jangan lupa pula, Anda juga harus melakukan perawatan sendiri di rumah. Oh iya, tentunya tidak sendiri karena ada suami tercinta atau karib kerabat yang lain.

1.Memantau tanda vital

Setiap pasien akan diperiksa tanda vitalnya yakni berupa tekanan darah, frekuensi nafas, suhu tubuh dan juga irama nadi. Setelah menjalani operasi caesar, biasanya akan dipindahkan ke ruangan pemulihan. Jika memerlukan observasi lebih intensif, maka akan dipindahkan ruang ICU. Setelah cukup stabil, akan dipindahkan ke ruang perawatan.

2. Mengontrol cairan dan diit

Setelah operasi caesar, terapi cairan baik elektrolit mau pun larutan obat lainnya akan diberikan. Karena selama 24 jam pertama penderita puasa pasca operasi maka pemberian cairan infus harus cukup banyak dan mengandung elektrolit yang diperlukan agar tidak terjadi hipertermia dan dehidrasi. Tranfusi darah juga mungkin masih akan diberikan jika trombosit masih belum mencapai normal.

3. Mobilisasi

Mobilisasi secara tahap demi tahap sangat berguna untuk membantu jalannya penyembuhan. Perawat atau bidan membantu pasien untuk melakukan gerakan ringan. Melakukan latihan gerakan juga akan memperlancar sirkulasi darah. Tentunya jangan berlebihan agar luka setelah operasi caesar juga tidak terbebani.

4. Perawatan luka setelah operasi caesar

Luka insisi diinspeksi setiap hari untuk mengetahui penyembuhan luka. Secara normal jahitan diangkat pada hari ke empat post partum.

  • Jangan berhubungan badan dulu selama 4-6 minggu atau sesuai petunjuk dokter.
  • Selama di rumah sakit, tenaga medis akan mengganti perban tiap hari. Setelah pulang, pastikan sudah paham benar cara mengganti perban bekas operasi caesar.
  • Cuci luka tiap hari menggunakan air hangat yang dicampurkan sabun antiseptik. Jika pun ingin mandi maka tidak bermasalah.
  • Jangan menaburkan bedak pada luka atau lotion sejenisnya, melainkan oleskan salep luka yang diizinkan oleh dokter sesuai resep.
  • Ketika luka terasa gatal, jangan digaruk melainkan cukup dikompres dengan air hangat.

5. Perawatan hati dengan selalu berdoa

Membaca Al Ma’tsurat tiap pagi dan petang adalah amalan ringan yang membawa berkah. Di dalamnya juga ada bacaan untuk memohon kesehatan. Jadi, jangan lupa untuk selalu membacanya.

“Allahumma ‘aafinii fii badanii. Allaahuma ‘aafinii fii sam’ii. Allahumma ‘aafinii fii bashorii. Laa ilaaha illaa anta.. (dibaca 3x)”

(Ya Allah, sehatkanlah badanku; Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku; Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku; tiada Tuhan selain Engkau)

Doa ini berdasarkan hadits :
Dari Abdurrahman bin Abu Bakrah Radhiyallahu`anhu, dia berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, sesungguhnya aku mendengar engkau berdoa: Allahumma ‘afini fi badani …. Engkau lakukan itu tiga kali ketika pagi dan tiga kali ketika sore,” Sang ayah berkata, “Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa seperti itu, maka aku pun ingin mengikuti sunah beliau.” (HR.Abu Dawud)

Waspada tanda bahaya setelah operasi caesar

  1. Demam.
  2. Luka menjadi bengkak, kemerahan, dan terasa hangat.
  3. Peningkatan rasa nyeri di area sayatan.
  4. Terdapat nanah.
  5. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak, leher, atau selangkangan.
  6. Perut terasa penuh atau keras.
  7. Buang air kecil terasa nyeri, perih, atau bahkan sulit untuk berkemih.
  8. Perdarahan berat.
  9. Keluar cairan berbau tidak sedap.
Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker