Manfaat Cabai Mengobati Kanker Payudara

Senyumperawat.com – Manfaat cabai ternyata tidak sebatas untuk membuat orang mulas, ups itu efek sampingnya. Manfaatnya sebenarnya banyak, selain memiliki kandungan vitamin C tinggi, ia juga berguna untuk terapi. Cabai juga mengandung antioksidan yang tinggi.

Kandungan cabai

Di dalam cabai rawit tiap 100 gram mengandung 103 kal energi, 4,7g protein, 2,4g lemak, 19,9g karbohidrat, 45mg kalsium, 85mg fosfor, 11,050SI vitamin A, 70mg vitamin C (Husna Amin,2007). Selain itu, dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamin C dan beta karoten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

Manfaat Capsaicin dalam Cabai

Buahnya mengandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid atsiri, resin, minyak menguap, vitamin (A dan C). Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pematirasa kulit. Biji cabai rawit mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin).

Di seluruh dunia, terdapat 1,7 juta kasus kanker payudara di tahun 2012. Oleh karena itu, peneliti mulai gencar mencari cara untuk menyembuhkan atau memperlambat sel kanker payudara, salah satunya adalah menggunakan cabai. Ternyata melalui riset ini, manfaat cabai dapat digunakan untuk terapi kanker payudara

Peneliti menemukan bahwa manfaat cabai dengan kandungan capsaicin sangat efektif untuk memperlambat bahkan menghentikan pertumbuhan sel kanker payudara. Namun peneliti menekankan, cara yang efektif bukanlah meminta pasien untuk makan banyak cabai, melainkan memasukkan kandungan capsaicin ke dalam obat yang memang ditargetkan untuk melawan sel-sel kanker.

“Kami melihat penurunan yang signifikan dalam proliferasi sel setelah capsaicin stimulasi,” ujar Dr Lea Weber, dari Ruhr University, di Bochum.

Dikutip melalui Mirror.co.uk, Dr Lea menjelaskan, saat kandungan aktif ini mencapai sel kanker dan menempel pada membran sel, lalu menyalakan reseptor sel yang disebut dengan TRPV1. Saat itulah TRPV1 diaktifkan oleh capsaicin, sel kanker akan bekerja keras hingga hancur dengan sendirinya. Dengan demikian, semakin banyak sel kanker yang mati, maka tumor akan berhenti berkembang.


Destur Purnama Jati, S.Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker