Gaji Perawat Lulusan S1 Indonesia di Arab Saudi dan Kuwait 14 Juta/Bulan, Lulusan D3 9 Juta/Bulan

0
Gaji Perawat Lulusan S1 Indonesia di Arab Saudi dan Kuwait 14 Juta

Senyumperawat.com – Gaji perawat lulusan S1 di luar negeri ternyata sangat besar. Bertolak-belakang jika dibandingkan dengan di Indonesia. Di negara Timur tengah, sebut saja Arab Saudi, perawat lulusan S1 digaji hingga 14,3 juta/bulan. Di negara Kuwait, perawat lulusan S1 digaji 13,9 juta/bulan.

Tidak perlu kecil hati bagi lulusan D3 Keperawatan. Gaji perawat lulusan D3 di Timur Tengah berkisar 9 juta/bulan.

“Kalau di luar negeri gajinya lebih rendah atau sama saja dengan tenaga kesehatan di dalam negeri, ya lebih baik bekerja di dalam negeri saja”, kata¬†Kepala Subdit Analisis dan Keterpaduan Tenaga Kerja Luar Negeri Dit PHK-TKLN II, Sudiharto.

Gaji perawat lulusan S1 dan D3 di Timur Tengah

Ditambahkan Sudiharto, mengenai jumlah ribuan tenaga kesehatan (nurse) dengan gaji tinggi yang ditawarkan itu di antaranya ialah, Kuwait. Tepatnya di Rumah Sakit Dar Al Shifa, Kuwait, dibutuhkan 200 perawat, lulusan S-1, pengalaman 3 tahun, memiliki kemampuan bahasa Inggris, gaji bersih 310 KD (Kuwait Dinar) atau setara Rp 13,9 juta per bulan. Kemudian ditambah fasilitas akomodasi, penginapan, transportasi, dan lain-lain yang terkait. Disamping itu, juga dibutuhkan 100 caregiver untuk lulusan Diploma Perawat, memiliki pengalaman 3 tahun, kemampuan bahasa Inggris, gaji bersih 200 KD atau setara Rp 9 juta.

Kebutuhan perawat di Timur Tengah

Di Rumah Sakit Militer Arab Saudi membutuhkan 1.000 orang tenaga kesehatan, lulusan S-1 Perawat, punya pengalaman 2 tahun sebagai perawat, gaji sekitar Rp 14,3 juta per bulan. Lalu di Dr Sulaiman Habib Hospotal Riyadh, membutuhkan nurse 20 orang laki-laki dan 25 orang perempuan. Di Devita Hemodialis Center Mekkah dan Madinah membutuhkan 50 orang perawat.

Di Al Hirey Medical Service, Abu Dhabih, UEA, membutuhkan 100 perawat wanita. Di Hamal Hospital Qatar membutuhkan 300 orang perawat, 30 orang tenaga rogten, dan 50 orang dokter untuk UGD dengan latar belakang lulusan S-1, punya pengalaman 2 tahun, memiliki kemampuan bahasa Inggris TOFEL 400.

Tenaga kesehatan juga dibutuhkan pengguna di Bahrain, Taiwan, Brunei Darussalam, dan Jepang. Bahkan Pemerintah Jepang menilai, TKI perawat (Nurse dan Careworker) yang bekerja di Jepang dikenal memiliki loyalitas kerja yang tinggi dan dikenal santun didalam memberikan pelayanan kepada pasien seperti menangani keluarga atau orangtua sendiri. “Karena loyalitas dan kesantuan dari TKI perawat itu, Pemerintah Jepang lebih menyukai jasa kerja dari TKI dibandingkan tenaga kerja asing lainnya,” kata Sudiharto.

Dalam acara paparan informasi mengenai “Peluang Kerja Tenaga Kesehatan di Timur Tengah dan Asia Pasifik Tahun 2016” bersama STIKES dan Poltekes Provinsi Jawa Timur di Kantor LP3TKI Surabaya itu hadir antara lain Edison, Sinah Setiawati, dan R Dewi Santika dari Dit PHK-TKLN II BNP2TKI. Kemudian Kepala LP3TKI Surabaya, Tjipto Utomo, dan beberapa staf LP3TKI Surabaya laiannya.

Tinggalkan Komentar