Sistem Imunitas Tubuh Spesifik dan non Spesifik

0
Sistem Imunitas Tubuh Spesifik dan non Spesifik (Pict: kurzgesagt.org)
Sistem Imunitas Tubuh Spesifik dan non Spesifik (Pict: kurzgesagt.org)

Senyumperawat.com – Kesempurnaan sistem imunitas tubuh manusia tidak hanya sebatas pembahasan sebelumnya, masih terdapat pula pengaman-pengaman pada tahap berikutnya. Ketika tentara di garda pertama itu gagal maka ada tentara-tentara lain sebagai pertahanan tubuh. Selanjutnya dengan cara kerja yang lebih rumit dan mempunyai pasukan lebih kompleks.

Secara garis besar sistem imunitas tubuh dibagi menjadi :

1. Sistem imunitas tubuh non spesifik (alamiah)
2. Pertahanan tubuh spesifik

Sistem imunitas tubuh non spesifik

Merupakan sistem pertahanan tubuh yang paling depan, yang langsung bereaksi dengan benda asing. Dikatakan non spesifik karena tidak ditujukan untuk benda asing (antigen) secara spesifik, tetapi secara umum dan telah ada sejak lahir.

Sistem imunitas non spesifik ini terdiri dari

1. Pertahanan fisik atau mekanik. Meliputi: kulit, selaput, lendir, sillia saluran nafas, reseptor batuk dan bersin.

2. Pertahanan biokimia. Beberapa mikroorganisme yang lolos dari pertahanan fisik, maka pertahanan tahap berikutnya adalah pertahanan biokimia yang berupa suatu larutan. Pertahana ini berfungsi untuk menghambat terjadinya infeksi.

Macam-macam pertahanan biokimia,

a. Lisozim, terdapat dalam keringat, ludah, air mata, air susu yang berguna melindungi tubuh dari bakteri dengan cara menghancurkan dinding selnya terutama pada kuman gram positif.

b. Laktoferin dan asam neurumatik, terdapat pada air susu yang mempunyai kemampuan anti mikroba terutama terhadap E.Coli (salah satu penyebab diare) dan staphylylococcus yang menyebabkan infeksi di berbagai tempat (kulit, saluran nafas, dan lain-lain)

c. HCl (asam lambung), enzim proteolitik, dan empedu dalam usus berfungsi menciptakan lingkungan yang tidak cocok untuk pertumbuhan banyak mikroorganisme sehingga mikroorganisme patogen (pengganggu) tersebut sudah mati.

d. PH asalm dalam vagina, spermin dalam sperma juga menghambat tumbuhnya mikroorganisme.

e. PH rendah (asam) dari kelenjar keringat, sekresi sabesea (kelanjar minyak), berbagai bahan yang dilepaskan oleh sel, serta berbagai asam lemak dan enzim dari kelenjar tambahan di kulit mempunyai efek anti mikroba.

Pertahanan fisik (mekanik) dan pertahanan biokimia bertugas sebelum kuman memasuki aliran darah. Namun jika kedua pertahanan ini gagal, dan kemudian kuman berhasil masuk kedalam aliran darah, maka pertahanan selanjutnya adalah pertahanan humoral yang berupa enzim/serum.

3. Pertahanan humoral. Anggota dari serdadu ini terdiri dari komplemen, interferon, dan C reaktif protein.

4. Pertahanan seluler

Pertahanan ini terdiri dari sel-sel dalam yang berperan dalam sistem imun non spesifik, seperti sel dalarah putih, sel natural killer (Nk) dan sel K (Killer). Sel-sel sistem imun tersebut tersebar diseluruh tubuh dan ditemukan dalam aliran darah, limpa, timus, kelenjar getah bening, saluran nafas, saluran cerna dan saluran kencing. Nah, kalau anda selama ini baru mengenal sel-sel darah putih sebagai tentara tubuh, sesungguhnya masih banyak lagi anggota serdadu lain yang ikut berperan.

Sistem imunitas tubuh spesifik

Sistem imun spesifik memiliki kemampuan untuk mengenal benda asing yang masuk kedalam tubuh. Disebut spesifik karena sisitem ini hanya dapat menghancurkan benda asing yang sudah pernah dikenal sebelumnya. Banda asing yang pertamakali muncul akan merangsang sel-sel sistem imun tersebut. Sistem imun mempunyai kemampuan “mengingat”, bila sel sistem imun tersebut terpapar kembali dengan benda asing yang sama. Dengan demikian benda asing tersebut akan dikenal lebih cepat dan segera dihancurkan. Sistem imun spesifik dapat bekerja sendiri, namun biasanya bekerja sama secara sinergi dengan sistem imun non spesifik.

Pertahanan ini terdiri dari sel-sel dalam tubuh yang nantinya menimbulkan suatu zat kekebalan (antibodi). Sisitem pertahanan ini dapat dikelompokkan menjadi sistem imun spesifik humoral (diperankan sel limfosit B), sistem imun spesifik seluler (diperankan sel limfosit T), sistem limfoid, dan sistem imun khusus dalam kulit (melanosit, langerhans dan keratinosit). Memang sedikit aneh nama-nama tersebut bagi yang tidak pernah mendengarnya. Namun tak ada salahnya Anda mengetahui istilah-istilah tersebut. Anda bisa menganalogikan sebagai sistem pertahanan negara dengan berbagai istilah dan tugasnya seperti poisi, militer (AD,AU, dan AL), KPK, Hakim dan sebagainya.

Setiap manusia telah dibekali dengan alat pertahanan berupa seluruh komponen sistem pertahanan tubuh baik yang spesifik maupun non spesifik yang begitu kompleks dan berlapis. Mungkin selama ini kita tidak pernah menyadari bahwa sebelum kita jatuh sakit, ternyta mikroorganisme yang hendak menyerang tersebut harus berhadapan dengan para prajurit yang telah bersiap dimasing-masing posnya.
Sebenarnya manusia sangat sering melakukan kontak langsung dengan berbagai macam kuman, tetapi karena dianugerahi Allah dengan sistem pertahanan tubuh yang sempurna, maka orang yang sakit sangat sedikit.

Bayangkan, berapa banyak anda melakukan kontak langsung dengan kuman yang banyak disekitar anda ?. Bayangkan jika anda menjenguk orang sakit di rumah sakit, maka berapa banyak kuman yang mengelilingi anda ?.Bayangkan pula jika anda harus membersihkan tempat-tempat yang kumuh, kotor dan penuh kuma ?. Ternyata hal-hal tersebut tidak langsung membuat orang langsung jatuh sakit. Ini lah bukti karunia Allah yang berupa kemempuan pertahanan diri seseorang.

Menurut para ahli sebenarnya frekuensi infeksi tanpa gejala jauh lebih besar dibanding dengan yang bergejala paling sedikit 100 kali lebih besar. Permisalan dari ungkapan tersebut ; jika dalam satu bulan, 100 kali anda melakukan kontak dengan kuman, misalya kuman penyebab batuk dan pilek, maka anda tidak 100 kali jatuh sakit. Sebab ada para prajurit yang selalu siaga menjaga. Mungkin hanya sekali atau kurang dari waktu sebulan itu. Itupun karena stamina anda yang dalam kondisi kurang bagus sehingga prajurit anda kalah. Akhirnya andapun benar-benar jatuh sakit. Subhanallah ! Teryata Allah menganugerahkan sistem imun yang luar biasa untuk melawan berbagai penyakit.

Ketika Allah berkehendak untuk mengubah sedikit saja sistem itu, maka berbagai penyakit mudah sekali menghinggapi manusia. Sebagai contoh bisa kita lihat penderita AIDS, suatu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem pertahanan tubuh manusia. Berakibat, penderita tesebut sangat rentan dengan berbagai penyakit, yang pada orang sehat seharusnya tidak menyebabkan sakit. Inilah sebenarnya tanda-tanda kebesaran Allah bagi orag yang bisa berpikir.

ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (Qs Ali Imran :191)

Referensi:

Andari, Dr. Dyah & Cahyono, Dr. Anton Budi. Mudah & Hemat Hidup Sehat (Halaman 18-20). Pustaka Arafah: Solo

Tinggalkan Komentar