Gaji Perawat Terlalu Kecil, Seorang Perawat Pilih Jualan Ubi di Pinggir Jalan

0
Gaji perawat kecil, akhirnya seorang perawat pilih jualan ubi.

Senyumperawat.com –¬†Menghadapi persaingan di dunia kerja, setiap orang akan mencari pekerjaan yang menghasilkan banyak penghasilan. Namun faktanya, pekerjaan yang diraih dengan ijazah perguruan tinggi pun tidak sedikit yang gajinya masih kurang untuk biaya hidup. Salah satunya yang dialami oleh seorang perawat asal Shandong. Ia adalah Wang Yanhong yang merupakan seorang perawat berusia 22 tahun.

Wang jualan ubi dan melepas profesinya sebagai perawat (Foto: Shanghaiist)

Wang keluar dari pekerjaan sebagai perawat karena gaji perawat terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan kakaknya yang tengah menderita Leukemia. Sebelumnya, Wang bekerja sebagai perawat di kota tempat tinggalnya di Zaozhuang, sebuah kota kecil di Shandong. Ia keluar dari pekerjaannya sebagai perawat dan pulang ke Jinan untuk membantu biaya pengobatan kakaknya. Setiap hari Wang bangun pukul 5 pagi dan menjual ubi di pinggir jalan hingga pukul 7 malam hari. Dalam sehari, ia bisa mengantongi uang sekitar 180 hingga 200 yuan (399 ribu rupiah).

Sebelumnya sang ayah lah yang berdagang ubi. Namun kini Wang harus berbagi tugas dengan ayahnya. Wang yang akan berjualan ubi, sementara ayahnya merawat kakak Wang di rumah sakit.

Saat cuaca dingin dengan suhu sekitar 2 derajat celcius, Wang tetap giat berjualan. Dengan menghangatkan dirinya menggunakan skarf, sembari berjualan ia juga menyebarkan selebaran ke orang-orang yang lewat. Sebaran itu berisi permintaan agar ada yang mau membantu kakaknya sembuh dari leukimia.

Biaya pengobatan untuk pasien leukimia memang tidak sedikit. Banyak sekali keluarga yang kewalahan dan pontang-panting mencari biaya agar bisa membayar biaya perawatan. Ladies, saatnya untuk mensyukuri kesehatan yang masih kita miliki sekarang. Dan mari kita doakan mereka yang sedang sakit di luar sana agar cepat sembuh dan diangkat semua penderitaannya. (Destur/Vemale/Shanghaiist)

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.