STIKES Muhammadiyah Gombong Bersama Pusbankes 118 Adakan Pelatihan BTCLS di Kampus

pelatihan BTCLS Stikes Muhammadiyah Gombong

Senyumperawat.com – Sebanyak 82 Mahasiswa Prodi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Gombong mengikuti pelatihan BTCLS (Basic Trauma & Cardiac Life Support) kerjasama dengan PUSBANKES 118 PERSI Cabang DIY 27 April-1 Mei 2016. Kegiatan ini merupakan pelatihan yang menyediakan suatu metode yang dapat dipercaya dalam penanganan kasus trauma dan pengetahuan dasar kepada perawat dengan cara, Menilai kondisi pasien dengan cepat dan teliti, Resusitasi dan stabilisasi pasien menurut prioritas, Menentukan tindakan jika kebutuhan pasien melebihi suatu kemampuan fasilitas, Transfer pasien sesuai dengan kebutuhan dan penanganan yang diberikan secara optimal.

Dengan pelatihan BT dan CLS diharapkan mahasiswa atau perawat dapat, mempraktekkan sesuai dengan prinsip penanganan dan penilaian penderita (primary dan secondary survey), Menentukan managemen penanganan kasus trauma berdasarkan prioritas, Memulai dengan managemen primary dan secondary survey yang mengacu kepada golden hour dalam penanganan kasus gawat darurat dan Dapat mempraktekkan pengkajian fisik pada pasien multiple trauma sesuai dengan konsep yang diajarkan. Konsep BT dan CLS Konsep yang melatarbelakangi pelatihan BT dan CLS adalah masih sederhana.

Muat Lebih

Pendekatan terhadap penderita cedera masih seperti yang diajarkan pada ilmu keperawatan di bangku kuliah, yaitu anamnesa yang panjang termasuk riwayat penyakit terdahulu, pemeriksaan fisik dari ujung kepala sampai kaki sampai disusunnya diagnosa. Setelah cara ini dipakai, ternyata kematian akibat cidera masih tinggi, maka dibuatlah pelatihan ini menerapkan konsep yang sangat sederhana yaitu, terbentuknya pendekatan ABCD untuk mengevaluasi dan menanggulangi penderita cedera.

Pelatihan BT dan CLS menekankan bahwa cedera dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang cepat. Maka penting untuk dipelajari bersama konsep- konsep ini agar semakin efektif dalam memberikan pertolongan. Jadi ABCD mendefinisikan secara spesifik urutan evaluasi dan tindakan yang harus diikuti dalam menanggulangi semua penderita dengan cedera yaitu: ABCD (melalui pendekatan evaluasi tindakan).

Setelah mahasiswa mendapatkan pelatihan ternyata merubah tingkat pengetahuan tentang kegawatdaruratan, mahasiswa menjadi lebih tau dan paham yang nantinya bisa diaplikasikan di praktekan maupun tempat kerja hal ini dapat dilihat dari hasil pretest yang semula nilai rata-rata 3,8 setelah mengikuti pelatihan pada hasil postest meningkat menjadi 6,5.

Ada hal baru dalam pelatihan BTCLS kali ini tidak hanya materi yang biasa diajarkan selama ini akan tetapi Tim Pusbankes mencoba menyisipkan simulasi bencana gempa bumi dimana peserta di seting dalam suasana bencana gempa dengan skala 6,5 skala richter, kemudian ada yang berperan sebagai tim penolong dan sebagai korban bencana, peserta yang berperan sebagai penolong dituntut bisa memeberikan teknik pertolongan kegawatdaruratan sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh tim Pusbankes.

Pos terkait