Kata Perawat Azis: Lebih Baik Mengabdi di Desa Dihargai Daripada di Kota

Senyumperawat.com – Ada sebuah hal yang menarik kala pembekalan tim Nusantara Sehat 2016. Bari Azis Bethan (25) merupakan salah seorang tim Nusantara Sehat yang akhirnya lolos seleksi administrasi. Ia merupakan salah seorang perawat yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Program Nusantara Sehat yang digagas oleh Kementerian Kesehatan bertujuan untuk memeratakan tenaga medis hingga ke tempat-tempat terpencil seluruh Indonesia. Program Nusantara Sehat akan berlangsung selama 2 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, para tenaga medis akan menempati pusat pelayanan kesehatan yang memang sangat kekurangan tenaga.

“Saya sudah pernah tugas di desa. Yang membuat saya termotivasi untuk lebih memilih desa karena kalau di kota kan semua sudah serba ada. Saya ingin sesuatu yang menantang. Kadang orang bilang ‘eh tugas di desa itu kan enggak ada listrik, enggak ada air’, eh tapi itu justru yang saya suka dari situ,” kata Azis kepada detikHealth ketika ditemui pada acara peresmian pelantikan Nusantara Sehat 2016 di Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (18/4/2016).

“Lebih baik mengabdi di desa dihargai daripada di kota. Orang yang punya ilmu di kota seperti saya sudah banyak, tapi di desa ilmu itu dibutuhkan untuk dibagi,” lanjut Azis.

Ia ingin memperbaiki ‘kegagalan’ yang pernah dialami sewaktu masih mengabdi di daerah terpencil yang juga masih kampung halamannya, Desa Kolobolon, Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur.

“Ada orang yang saya enggak kenal datang ke saya malam-malam mau partus (melahirkan) nggak ada listrik, enggak ada air. Dia pendarahan berat dan minta tolong ke saya. Saya keingat ibu saya ‘oh dia mungkin seperti ini dulu’ jadi saya juga jadi terdorong,” kenang Azis yang saat itu juga langsung menelepon temannya yang berprofesi bidan untuk bantuan.

Karena kondisinya sudah darurat dan tak ada bidan yang siaga, Azis pun memutuskan untuk membantu proses persalinan. Dalam hati Azis sadar betul bahwa dirinya adalah perawat bukan bidan sehingga hal ini sesuatu yang tak sesuai dengan kompetisinya meski ia punya pengetahuan yang cukup terkait persalinan.

“Kata kawan ‘ya sudah tolonglah ibu itu dulu’. Saya kerja sama dengan salah satu anak si ibu dan kita bantu partus. Tertolonglah anaknya tapi sayang ibunya meninggal karena pendarahan. Itu membuat saya jadi merasa bersalah dan gagal,” kata Azis.

“Makanya saya pengen banget coba Nusantara Sehat dan alhamdulillah saya lulus bisa ikut. Saya tidak trauma. Saya ingin menebus kesalahan saya yang dulu,” pungkas Azis. (eSPer/Detik)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker