Celana Ketat Menyebabkan Produksi Sperma Sedikit

Senyumperawat.com – Celana ketat tidak hanya bermasalahan bagi perempuan. Bagi laki-laki, penggunaan celana ketat dapat menyebabkan produksi sperma sedikit. Sperma sedikit akan berakibat pada kurangnya kualitas sperma yang diproduksi.  Hal ini akan mempengaruhi daya tahan sperma saat bertemu sel telur istri. Berhubungan bada dengan istri tentunya akan menjadi kurang “greget” jika hanya satu ronde. Kasihan juga kalau baru sekali ternyata sperma sudah tidak mau keluar lagi.

Celana ketat memang sedang menjadi trend dikalangan anak muda. Bahkan celana ini seolah menjadi celana sehari-hari. Penggunaan celana ketat sehari-hari akan berpotensi besar menyebabkan gangguan pada produksi sperma. Bukan hanya produksi sperma sedikit, bisa juga menyebabkan kerusakan sel sperma. Hal ini karena suhu pada area testis menjadi sangat tinggi. Patut menjadi perhatian yang penting terkait dampak penggunaan celana ketat ini bagi pria.

Pemakaian celana ketat, baik celana dalam maupun celana panjang, dapat menyebabkan area testis menjadi lebih panas. Jika suhu testis terlalu panas, meski beberapa derajat di atas suhu normal, maka akan mengganggu testis untuk menghasilkan sperma dalam jumlah yang ideal. Oleh karena itu, hindari penggunaan celana ketat, terutama ketika sedang berolahraga. Dalam suasana santai pun tetap gunakan celana yang longgar, terutama jika sedang duduk dalam waktu yang agak lama.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas sperma itu sendiri. Bisa faktor dari dalam mau pun dari luar. Faktor dari dalam misalkan karena masalah gen. Bisa juga karena gaya hidup yang kurang sehat seperti peminum minuman beralkohol atau berkarbonasi. Merokok pun menjadi penyebab yang jelas-jelas amat berbahaya bagi kualitas sperma. Bahkan disebutkan dalam kotak rokok bahwa merokok dapat menyebabkan impotensi.

Faktor eksternal salah satunya karena pengguanan celana super ketat. Selain meningkatkan suhu pada area testis, ia juga bisa menyebabkan trauma pada area tersebut. Sirkulasi darah akan terhambat sehingga nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk regenerasi sel menjadi terganggu. Oleh karenanya, penggunaan celana ketat memang tidak dianjurkan untuk jangka waktu yang lama.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker