Kegemukan Saat Hamil Beresiko Preeklampsia, Berbahaya!

Senyumperawat.com – Kehamilan adalah proses yang harus dilalui sebelum memiliki anak. Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri ketika dalam keluarga mendapat kabar bahwasanya seorang istri telah positif hamil. Maka sudah selayaknya pelajaran untuk menjadi sosok ibu hamil yang baik harus dilazimi. Bagaimana cara berolahraga saat hamil, mengatur pola makan hingga harus paham berapa penambahan berat badan pada tiap usia kehamilan.

Berat badan saat hamil hendaknya sesuai dengan ukuran estimasi penambahan yang normal. Jika kurang maka bisa diindikasikan sang bayi bisa kurang gizi atau BBLR, bisa juga jika terlalu banyak maka bisa mengakibatkan efek samping.

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang dapat berakibat fatal. Preeklampsia ditandai dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria). Selain hipertensi, gejala umum lainnya dari preeklamsia adalah:

  1. Sesak napas, karena ada cairan di paru-paru.
  2. Sakit kepala parah.
  3. Berkurangnya volume urine.
  4. Gangguan penglihatan. Pandangan hilang sementara, menjadi kabur, dan sensitif terhadap cahaya.
  5. Mual dan muntah.
  6. Rasa nyeri pada perut bagian atas. Biasanya di bawah tulang rusuk sebelah kanan.
  7. Meningkatnya kandungan protein pada urine (proteinuria).
  8. Gangguan fungsi hati.
  9. Pembengkakan pada telapak kaki, pergelangan kaki, wajah dan tangan.
  10. Berkurangnya jumlah trombosit dalam darah.

“Saat hamil itu penting rutin menimbang berat badan, rekan-rekan dokter kandungan biasa mengamati kenaikan berat badan ibu. Jika berat badan ibu naik drastis, bisa jadi karena faktor tekanan darah tinggi,” jelas dr Arieska Ann Soenarta, SpJP(K), FIHA,  seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Harapan Kita dalam temu media 10th Scientific Meeting of Indonesian Society of Hypertension di Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (12/2/2016).

Dijelaskan juga oleh dr Tunggul D. Situmorang, SpPD-KGH. Ia menjelaskan bahwa Preeklampsia dipicu oleh tekanan darah yang tinggi, berat badan berlebih dan kebocoran protein pada urin.

“Preeklampsia itu umumnya tekanan darah naik, berat badan naik berlebih, lalu ada kebocoran protein di urinenya. Ini harus special care dan dokter kandungan biasanya akan mengawasi hal ini. Obat-obat yang diresepkan juga sebaiknya diminum sesuai aturan dokter,” pesan dokter yang praktik di RS Siloam Semanggi ini.

Jika tidak diobati, preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius, bagi si ibu maupun calon bayi. Kondisi ini bahkan bisa berakibat fatal dan menyebabkan kematian, (peningkatan tekanan darah), serta serangkaian persalinan masalah. Lantas berapa peningkatan bobot wanita hamil yang normal?

“Tergantung dari Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh. Pada orang normal dengan BMI 18,5-24,9 kenaikannya 11,5 hingga 16 kg selama hamil,” kata dr Hari Nugroho, SpOG, dari departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD dr Soetomo Surabaya.

Source: Detik
Editor: Destur

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker