BPOM: Baby Powder Johnson & Johnson Tidak Mengandung Bahan Dilarang yang Dapat Memicu Kanker

Senyumperawat.com – BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) mengeluarkan rilis resmi terkait pemberitaan bahwa produk bedak bayi merk Johnson & Johnson mengandung komponen berbahaya. Menurut berita, komponen berbahaya itu dapat menyebabkan kanker.  Sebuah kasus pun diangkat dari Amerika yang menyatakan ada keluaga seorang ibu menuntut perusahaan Johnson & Johnson atas kematian ibu tersebut.

merika Serikat memerintahkan Johnson & Johnson (J&J) untuk membayar US$72 juta atau Rp965 miliar kepada keluarga wanita yang menuntut kematian keluarnya mereka terkait dengan penggunaan bedak bayi.

Perusahaan dinyatakan bersalah karena terbukti menyebabkan Jackie Fox dari Birmingham, Alabama meninggal akibat kanker rahim. Dia diketahui menggunakan bedak bayi tersebut selama puluhan tahun.

“Nama produk yang tercantum dalam kasus tersebut adalah Johnson’s Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnson’s Baby Powder Calming Lavender & Chamomile. Dari penelusuran database notifikasi kosmetika yang ada di Badan POM, terdapat 9 produk baby powder PT. Johnson & Johnson dari 75 produk baby powder yang ternotifikasi, namun produk baby powder Johnson & Johnson yang disebutkan dalam pemberitaan tidak terdapat dalam database notifikasi kosmetika,” tulis laman tersebut, Senin (29/2/2016).

BPOM menyatakan, sesuai Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 18 Tahun 2015 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, Lampiran I Daftar Bahan yang diperbolehkan digunakan dalam Kosmetika dengan pembatasan dan persyaratan penggunaan, talk (bedak) boleh digunakan pada kosmetika jenis sediaan serbuk untuk anak-anak dan sediaan lainnya, tidak ada pembatasan kadar maksimum penggunaan maupun persyaratan lainnya. Namun pada sediaan serbuk untuk anak-anak harus mencantumkan peringatan “Jauhkan serbuk dari mulut dan hidung anak-anak.”

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena produk baby powder Johnson & Johnson yang ternotifikasi di Badan POM tidak mengandung bahan dilarang yang dapat memicu kanker,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang masih ragu akan pemberitaan tersebut, dapat menghubungi langsung BPOM melalui kontak:

Begitu pula dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Pos terkait