Waspadai Penyakit Hipotiroidisme Pada Ibu Hamil

0

Senyumperawat.com – Penyakit Hipotiroidisme merupakan manifestasi dari kurangnya hormon tiroid, tiroksin (T4) dan tri-iodotironin (T3). Hipotiroidisme dapat bersifat primer yakni terganggunya fungsi jaringan tiroid. Namun juga dapat berupa Hipotiroidisme sentral yang berarti disebabkan oleh penyakit hipofisis atau gangguan pada hipotalamus.

Hipotiroidisme yang paling sering terjadi pada ibu hamil adalah tiroiditis auroimun dengan atau tanpa gondok dan riwayat tiroidektomi atau terapi radioidoin.

Gejala yang muncul pada penyakit Hipotiroidisme diantaranya:

  1. Peningkatan berat badan secara tidak normal
  2. Konstipasi
  3. Intoleransi terhadap suhu dingin
  4. Alopesia
  5. Kulit kering
  6. Suara serak
  7. Letargi
  8. Ataksia
  9. Gangguan kognitif
  10. Anemia normositik nomokromik
  11. Menoragia
  12. Bradikardi

Komplikasi yang dapat terjadi

Komplikasi paling berbahaya adalah terjadina Koma miksedema. Komplikasi ini jarang muncul namun bisa terjadi jika Hipotiroidisme tidak ditangani segera. Koma miksedema bisa berupa kehilangan kesadaran dengan hipotermi, hipoventilasi dan bradikardi. Komplikasi lain dikaitkan dengan kehamilan. Komplikasi pada ibu bisa berupa penurunan fertilitas dan hipertensi akibat kehamilan. Pada bayi berupa berat badan lahir rendah (BBLR) dan retardasi psikomotorik.

Terapi medikasi yang biasa digunakan untuk penyakit Hipotiroidisme adalah penggantian hormon tiroid dengan L-Tiroksi peroral dengan dosis cukup untuk mengembalikan TSH ke kisaran normal. Dosis yang digunakan biasanya 50-150 mikrogram satu kali sehari. Pada kasus Hipotiroidisme Sentral, dosis disesuaikan untuk mempertahankan fT4 tetap dalam kisaran normal.

Tinggalkan Komentar