Perubahan Kebutuhan Seksual Pada Lansia (Geriatri)

0

Senyumperawat.com – Kebutuhan seksual merupakan kebutuhan dasar yang penting. Hal ini berkaitan dengan fisiologis yakni kebutuhan seks dan pemenuhan kebutuhan psikologis yakni dicintai dan mencintai. Dikutip oleh Potter & Perry (2005), kebutuhan seksual dimasukkan dalam salah satu prioritas tingkat kebutuhan dalam klasifikasi Maslow (1970).

Seksualitas secara aplikatif berkaitan dengan tindakan riil. Tindakan yang dimaksud bisa berupa sentuhan, ciuman, pelukan dan hubungan intim. Perilaku yang lebih halus seperti isyarat gerakan tertentu juga dapat menjadi bagian darinya. Ada pula yang menyebutkan bahwa kebutuhan seks bukan hanya soal hubungan di atas ranjang. Ekspresi kepribadian, perasaan fisik dan simbolik tentang kemesraan, menghargai dan saling memperhatikan secara timbal balik juga termasuk didalamnya (Azizah, 2011).

Bagi wanita, hubungan intim secara teratur sangat bermanfaat seperti menjaga elastisitas vagina, mencegah atrofi otot vagina serta mempertahankan kemampuan lubrikasi. Pada lansia, kebutuhan seksual bukan lagi disalurkan melalui hubungan ranjang, pada dasarnya akan berubah kepada hubungan yang berkaitan dengan rasa. Saling memberikan kehangatan, bercengkrama, meluangkan waktu berdua dan hal-hal lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan seksual lansia

  1. Faktor fisik, seseorang akan mengalami penurunan kemampuan seiring dengan bertambahnya usia.
  2. Hubungan seksual, pengelolaan yang baik akan meminimalisir masalah saat berhubungan. Dengan kondisi yang makin menua, melakukannya dengan hati-hati akan lebih baik. Namun kebutuhan ini harus tetap dipenuhi agar tidak terjadi hal-hal menyimpang lain. Terkadang pasangan akan mulai enggan melayani karena merasa sudah tua, bukan masanya lagi melakukan hal demikian. Tapi hal ini anggapan salah. Banyak kasus kakek-kakek melakukan pencabulan adalah karena kebutuhan seksualnya dengan istri kurang terbina dengan baik.
  3. Faktor gaya hidup, gaya hidup tidak sehat akan menciptakan kondisi rumit dimasa tua. Para perokok akan mengalami masalah pada impotensi dan jantung serta paru. Kondisi ini akan mengurangi kenikmatan saat berhubungan. Konsumsi alkohol juga menyebabkan masalah seksual pada akhir hayatnya.

Oleh karenanya, sebagai lansia hendaknya tetap menjaga keharmonisan dengan pasangan. Bukan soal bagaimana posisi dan waktu yang tepat untuk berhubungan namun lebih kepada menjaga kenyamanan antara suami-istri.

Tinggalkan Komentar