Mencintai Orang Kafir Berhadiah Neraka, Masih Mau?

0

Senyumperawat.com – Ada beberapa golongan orang yang kurang belajar berani menafsirkan Al Quran secara serampangan. Salah satunya persoalan Surga dan Neraka. Sebagai orang beriman yang dalam hal ini beragama Islam, tentu sepakat bahwa hanya Islam yang berlaku sebagai tiket Surga. Sayangnya, ketika dikatakan bahwa orang selain Islam itu pasti di Neraka, ada sebagian orang Islam yang termakan virus liberalisme mengatakan, “Jangan asal bilang masuk Neraka, itu hak Allah untuk menentukan siapa yang masuk Neraka atau Surga, manusia tidak ada yang tahu”. Virus ini sudah merajalela sehingga banyak yang masih salah dalam meletakkan dasar-dasar ukhuwah.

Salah dalam mencintai, dapat berakibat fatal. Mencintai orang kafir dapat menyebabkan efek yang berkepanjangan. Mencintai orang kafir dapat menjadikan seorang muslim ikut dalam barisannya. Fenomena pelik terjadi dikalangan remaja muslimah. Mereka senang sekali terhadap bintang-bintang Korea. Bahkan dalam akun jejaring sosial mereka pun senantiasa diunggah foto-foto artis Korea paling tampan menurut mereka. Ada pula para remaja muslim yang mengunggah foto-foto artis korea paling cantik versi mereka.

Padahal jelas sekali Allah berfirman:

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” (QS. Al Mujadilah: 22).

Tidak boleh seorang beriman mencintai orang kafir. Dalam kaitan iman, seorang muslim bukanlah saudaranya orang kafir. Maka akan fatal jika rasa cinta itu salah penempatannya.

Mencintai tapi berujung Surga adalah hakikat cinta kepada orang-orang Islam. Mencintai Rosulullah, Sahabat dan orang-orang sholih lainnya. Berbeda dengan ketika mencintai orang kafir, Neraka pun bisa menjadi ujung dari perjalanan panjang kehidupan di dunia.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يُحِبّ أَحَد قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ يَوْم الْقِيَامَة

“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan dia akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.” (HR. Thobroni dalam Ash Shogir dan Al Awsath. Perowinya adalah perowi yang shahih kecuali Muhammad bin Maimun Al Khiyath, namun ia ditsiqohkan. Lihat Majma’ Az Zawaid no. 18021).

Tinggalkan Komentar