MEA 2016 Digulirkan, Tingkatkan Kesejahteraan Perawat Atau Kabur ke Luar Negeri

0

Senyumperawat.com – Pertukaran tenaga kerja medis dalam menghadapi MEA 2016 (Masyarakat Ekonomi ASEAN) akan lebih kompetitif. Para perawat, dokter dan dokter gigi akan terlibat dalam program ini. Adanya pertukaran tenaga kerja antarnegara di Asia Tenggara akan mulai di tahun 2016 ini. Setiap tenaga kesehatan harus mempersiapkan diri menghadapi sistem Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Selama ini, ketika tenaga medis Indonesia akan berkarya ke luar negeri, akan ada regulasi yang serba ribet. Semuanya harus dilalui oleh tenaga kerja Indonesia agar mendapatkan izin resmi bekerja di negara lain. Sudah sewajarnya, Indonesia juga harus memperbaiki sistem regulasi terhadap para perawat atau dokter dari luar negeri yang akan bercocok tanah di NKRI.

“Dokter-dokter kita memiliki kompetensi. Kita ada Konsil Kedokteran Indonesia,” kata Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (5/01/2016).

Regulasi diberlakukannya MEA 2016 tentu akan mempermudah akses para perawat untuk bekerja ke luar negeri. Gaji yang melimpah akan memberikan jaminan kesejahteraan yang lebih baik bagi para perawat daripada di dalam negeri. Selama ini telah banyak perawat yang mengeluh akan gaji yang kecil dengan beban kerja yang tinggi.

Hal ini memicu kekhawatiran Menteri Kesehatan. Dilansir Kompas, Nila mengingatkan agar daerah perifer, seperti perbatasan, kepulauan, atau daerah terpencil diisi oleh tenaga kesehatan dari negeri sendiri. Pasalnya, dengan diberlakukannya MEA 2016, tenaga kerja unggul di tanah air dikhawatirkan akan “lari” ke luar negeri.

“Penguatan itu harusnya dari perifier. Kita harus memperhatikan negara kita sendiri,” kata Nila.

“Kalau ada dokter asing ke Indonesia, kita harus mengakui kompetensi sama dengan kita dan sebaliknya. Mengetahui pendidikannya sama enggak dengan dokter kita. Kesepakatan itu jadi dasar,” kata Staf Khusus Menteri Akmal Taher.

Di lain sisi, kredibilitas tenaga medis dalam negeri harus ditingkatkan. Jika tidak mendapatkan peningkatan kualitas, maka sewaktu-waktu bisa tersisih oleh para tenaga medis lain yang termasuk dalam program Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.