Larangan Menggunjing Pasien dalam Islam

0

Senyumperawat.com – Menjadi tenaga medis tidak serta-merta bebas mengutarakan penyakit pasien. Hal ini juga menjadi dasar bahwa ada kolom privasi yang harus dijaga. Namun fenomena akhir-akhir ini seperti kasus perawat foto selfie di saat pasien sedang kesakitan atau juga ada dokter yang selfie di depan kemaluan pasiennya. Sering pula dijumpai tenaga medis mengobrolkan penyakit pasiennya di luar tempat kerja. Ia sebutkan nama pasien dan bahkan penyakit pasien yang memang harus dijaga rahasia pun menjadi bahan gunjingan. Menggunjing pasien tentu berdosa.

Membahas tentang penyakit pasien untuk bahan diskusi bersama tenaga medis lain untuk mencari pengobatan yang terbaik memang tidak mengapa. Namun jika keluar dari jalur yang dibenarkan, misalkan diutarakan di luar tim yang menangani pasien tersebut, akan tersebarlah aib sang pasien. Maka menggunjing pasien menjadi larangan keras jika dilakukan tanpa dasar yang benar.

Allah dengan terang memberikan peringatan akan dosa menggunjing pasien.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Hujurat: 12)

Imam Asy Syaukani rohimahullah menjelaskan bahwa permisalan ini maksudnya adalah perkara menggunjing orang itu ibarat bangkai yang dimakan dagingnya. Sang mayit tidak akan mengetahui bahwa dagingnya dimakan orang. Maka orang yang memakan daging bangkai itu telah mencabik-cabik sang bangkai hingga bahkan tidak tersisa jika tidak dihentikan.

“Allah Ta’ala memisalkan ghibah (menggunjing orang lain) dengan memakan bangkai seseorang. Karena bangkai sama sekali tidak mengetahui siapa yang memakan dagingnya. Ini sama halnya dengan orang yang hidup juga tidak mengetahui siapa yang menggunjing dirinya. Demikianlah keterangan dari Az Zujaj.” (Imam Asy Syaukani dalam Fathul Qadir, 5: 87)

Perbuatan menggunjing atau ghibah sangat tercela. Menurut Imam Asy Syaukani, hal ini amat jelek karena sama saja orang yang ghibah tersebut merenggut kehormatan orang yang dighibah.

Qatadah rahimahullah berkata, “Sebagaimana engkau tidak suka jika mendapati saudarimu dalam keadaan mayit penuh ulat. Engkau tidak suka untuk memakan bangkai semacam itu. Maka sudah sepantasnya engkau tidak mengghibahinya ketika ia masih dalam keadaan hidup.” (Lihat Jami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an, 26: 169).

Imam Nawawi juga menyebutkan bahwa ghibah termasuk perbuatan yang diharamkan (Syarh Shahih Muslim, 16: 129). Oleh karena itu, perihal menggunjing memang perkara yang terkadang tidak disadari. Obrolan para tenaga medis terkadang membahas tentang pasiennya. Mulai dari disebutkan si A punya penyakit menular kemudian ini dan itu. Semoga menjadi renungan bagi para tenaga medis untuk menjaga hati dan lisan.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.