Kasus Gratifikasi Farmasi Kepada Dokter Kian Memanas, KPK Turun Tangan

Senyumperawat.com – Pengertian Gratifikasi pada dasarnya adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lain. Defisinisi ini berdasarkan UU No. 31/1999 dan juga No. 2001 penjelasan ayat b pasal 1. Kasus gratifikasi ini pun kini memanas di kalangan industri Farmasi. Pasalnya, Gratifikasi Farmasi marak terjadi. Menyikapi hal ini, KPK pun berencana turun tangan.

Contoh gratifikasi farmasi yang paling sering terjadi misalnya pemberian tiket kepada dokter untuk mengikuti seminar internasional. Ada pula pemberian bonus setiap produk yang terjual. Bentuk lain dari gratifikasi farmasi ini misalkan pemberian hadiah jika dokter melakukan promosi terhadap suatu produk industri farmasi tertentu.

“Contohnya gratifikasi berupa pemberian kesempatan dokter untuk mengikuti seminar internasional. Gratifikasi semacam ini dianggap membantu menunjang kariernya dan bisa berguna bagi masyarakat. (Temuan KPK) dokter merasa pemberian itu justru berguna. Itu pengakuan para dokter,” Jelas Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan

“Sedang jalan. Sedang tahap konsultasi dengan industri farmasi,” ujar Pahala Nainggolan dikutip Okezone.

IDI (Ikatan Dokter Indonesia dan Kemenkes (Kementerian Kesehatan) Republik Indonesia juga akan dilibatkan dalam pengusutan ini. Tidak ada aspek legal yang membolehkan seorang dokter di rumah sakit pemerintah menerima pemberian atau gratifikasi dari industri farmasi. Tindakan ini bahkan masuk dalam ranah kerja KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). KPK akan mengusut secara menyeluruh dan hati-hati akan hal ini.

“Sedang kami atur pola hubungannya, supaya nanti tidak tergolong gratifikasi dan membuat dokter tidak merasa berhutang untuk bikin resep obat yang enggak rasional, tapi juga bisa mendorong peningkatan kompetensi dokter,” tegas Pahala.

Sebab itu, ia menegaskan KPK tidak bisa membenarkan praktik yang dianggap wajar oleh para dokter tersebut. Selain itu, KPK juga bakal berhati-hati dalam menelusuri persoalan skandal industri medis.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker