Jangan Meremehkan Hadits Ini, Dosa Suami Jika Malas Bekerja

0

Senyumperawat.com – Seorang yang tidak memberikan nafkah kepada orang yang berada di bawah tanggungannya adalah sebuah perbuatan zalim. Dosa suami bisa saja bertambah karena enggan memberikan nafkah kepada istri dan anaknya. Suami yang bekerja sepenuh tenaga meskipun tidak mendapatkan hasil maksimal akan berbeda dengan suami yang pemalas. Suami pemalas tidak berniat bekerja, apalagi berniat memberi nafkah.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang cukup dikatakan berdosa jika ia melalaikan orang yang ia wajib beri nafkah.” (HR. Abu Daud no. 1692. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

عَنْ جَابِرٍ أن رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ابْدَأْ بِنَفْسِكَ فَتَصَدَّقْ عَلَيْهَا ، فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ فَلِأَهْلِكَ ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ أَهْلِكَ شَيْءٌ فَلِذِي قَرَابَتِكَ ، فَإِنْ فَضَلَ عَنْ ذِي قَرَابَتِكَ شَيْءٌ فَهَكَذَا وَهَكَذَا ، بَيْنَ يَدَيْكَ ، وَعَنْ يَمِينِكَ ، وَعَنْ شِمَالِكَ

Dari Jabir, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mulailah dari dirimu sendiri. Sedekahkanlah untuk dirimu. Selebihnya dari itu untuk keluargamu (anak dan istrimu). Selebihnya lagi dari itu untuk kerabat dekatmu. Selebihnya lagi dari itu untuk tujuan ini dan itu yang ada di hadapanmu, yang ada di kanan dan kirimu.” [Shahih Muslim (997)]

Imam Nawawi menerangkan bahwa ada beberapa faedah dari hadits ini:

  1. Hendaklah memulai memberi nafkah dari urutan yang disebutkan di atas.
  2. Jika kebutuhan dan keperluan saling bertabrakan, maka dahulukan mana yang lebih penting dari yang lainnya.
  3. Yang afdhal untuk sedekah sunnah adalah disalurkan untuk jalan kebaikan dilihat dari maslahat. [Syarh Shahih Muslim, 7: 83]

Bekerja adalah langkah untuk mencapai tujuan. Termasuk dalam urusan rumah tangga. Bekerjanya suami adalah yang paling utama karena mengharap ridho dari Allah. Kemudian untuk memenuhi kewajiban kepada diri sendiri, istri dan anak. Tidak lepas juga untuk menjaga diri dari ancaman dosa suami jika tidak memenuhi nafkah.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.