Inilah Alasan Syaikh Utsaimin Mengeluarkan Fatwa Haramnya Sepak Bola

Senyumperawat.com – Menonton pertandingan sepak bola bagi para lelaki adalah hal lumrah. Bukan hanya menonton, bermain pun sudah biasa. Justru menjadi tidak biasa jika perempuan yang bermain sepak bola. Tapi, ada kalanya pertandingan boleh menjadi haram. Haramnya sepak bola ada syaratnya.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin ditanya mengenai hukum pertandingan sepakbola dengan menggunakan celana pendek dan bagaimana hukum menontonnya.

Jawab Syaikh rahimahullah, “Pertandingan sepakbola itu boleh selama tidak melalaikan dari yang wajib. Jika pertandingan semacam itu sampai melalaikan dari yang wajib, dihukumi haram. Jika sampai menyia-nyiakan mayoritas waktu dan aktivitasnya hanya sibuk dengan sepakbola, maka itu dibenci (makruh).

Adapun bila pertandingan sepakbola tersebut dengan celana pendek sehingga menampakkan paha, seperti itu tidak boleh. Yang tepat, setiap pemuda wajib menutup paha. Tidak boleh menonton sepakbola dalam keadaan pemainnya membuka pahanya.” (Fatawa Islamiyyah, 4: 431).

Komisi fatwa Lajnah Daimah pun memberikan komentar tentang pertandingan sepak bola. Ada kaidah yang menyatakan haramnya sepak bola namun ada juga kaidah makruh yang disimpulkan dikutip dari Rumaysho.com.

“Pertandingan sepakbola yang di dalamnya ada taruhan, hadiahnya dihukumi haram dan termasuk judi. Mengambil taruhan (sesama peserta lomba) hanya dibolehkan dalam lomba yang diizinkan oleh syari’at yaitu untuk perlombaan pacuan kuda, pacuan unta dan memanah. Kalau seperti ini diharamkan, hadir pun diharamkan, begitu pula menontonnya ketika tahu ada taruhan. Karena jika hadir, itu sama saja menyetujui pertandingan tersebut.

Adapun jika pertandingan tersebut tidak memakai taruhan dan tidak melalaikan dari kewajiban pada Allah yaitu kewajiban shalat, juga tidak ada hal terlarang seperti membuka aurat, bercampur antara laki-laki dan perempuan, dan tidak ada alat musik, maka tidaklah masalah dan tidak masalah menontonnya.

Moga Allah memberi taufik, semoga shalawat dan salam tercurahkan pada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah 15: 238, ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz Alu Syaikh, Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan, Syaikh Bakr bin ‘Abdillah Abu Zaid)

Jadi, haramnya sepak bola dikarenakan:

  1. Melalaikan dari kewajiban sebagai muslim seperti sholat dan menutup aurat
  2. Melakukan taruhan bagaimana pun bentuknya
  3. Dalam sepak bola hanya mengenakan celana pendek
  4. Penonton campur-baur dan tidak terkendali

Ada pun jika tidak sampai melanggar hal-hal di atas, maka boleh-boleh saja melakukan pertandingan sepak bola. Bahkan menonton pun selama tidak sampai membuang-buang waktu untuk hal-hal tidak berguna tidak mengapa. Maksudnya, ketika menonton pertandingan sepak bola tersebut tidak lantas melupakan untuk sholat tahajud, dzikir dan ibadah lain yang lebih bermanfaat. (Destur/Rumaysho)


Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker