Alat Pembunuh Kanker Dr. Warsito Akhirnya Didukung Kemenkes

0

Senyumperawat.com – Nama yang satu ini sempat membuat heboh dunia nyata dan dunia maya. Dr. Warsito Purwo Taruno, sang penemu alat pembunuh sel kanker pertama di dunia kini semakin mantap melanjutkan eksperimen tersebut. Peneliti yang telah meraih banyak penghargaan tersebut telah mendapatkan dukungan Kemenkes RI untuk melanjutkan penelitiannya dibidang kesehatan.

PT Edwar Technology sebagai perusahaan peneliti berbasis Electrical capacitance Volume Tomography (ECVT) dan Electro Capacitive Cancer Treatment (ECCT) pimpinan Warsito akan didampingi oleh pihak Kemenkes. Riset ini rencananya mendapatkan pendampingan agar mendapatkan legalitas secara resmi untuk alat pembunuh sel kanker ini.

Selama ini Kemenkes mendukung alat pembunuh sel kanker karya Pak Warsito ini inovasi yang perlu dikawal, tentu dalam kaidah penelitian yang baik, ujar Tritarayati, pelaksana tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan dikutip Depkes.go.id.

Kesepakatan pun terjalin dalam pertemuan antara pihak Dr. Warsito dengan Kemenkes.

Isi kesepakatan antara Kemenkes dengan Dr. Warsito diantaranya:

  1. Kemenkes melakukan review hasil penelitian yang telah dilakukan PT Edwar Technology paling lama 30 hari kerja terhitung mulai tanggal 2 Desember 2015. Review ini mencakup evaluasi penelitian in vitro dan in vivo.
  2. PT Edwar Technology tidak menerima klien baru sampai Kemenkes memberikan hasil evaluasi penelitian. Dan ketiga, PT Edwar Technology dapat melakukan tindaklanjut berupa konsultasi terhadap klien lama.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo mengatakan dalam suratnya bahwa penerapan teknologi dan produk teknologi kepada manusia harus melalui tahapan proses riset yang benar. Tahapan itu mencakup uji coba terhadap manfaat dan keamanan, uji diagnostik atau uji validitas dan terakhir studi kasus.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.