Ada dismenore primer dan sekunder, apa sih itu?

0

Senyumperawat.com – Dismenore atau nyeri haid pada dasarnya adalah gejala, bukan penyakit sehingga penanganannya berbeda. Gejala nyeri ini memang terkadang timbul luar biasa sakitnya. Terutama nyeri ini akan terjadi pada hari pertama dan kedua. Namun dismenore akan berangsur-angsur berkurang jika darah yang keluar cukup banyak.

Ada dua jenis dismenore jika ditinjau dari penyebabnya

1. Dismenore primer

Merupakan gejala nyeri menstruasi yang timbul tanpa adanya sebab yang dapat diketahui. Dismenore primer terjadi sejak usia pertama kali haid. Faktor yang berhubungan adalah uterus dan hormonal. Jika hormon Prostaglandin diproduksi dalam jumlah besar menyebabkan perangsangan otot endometrium.

Dismenore primer muncul berupa serangan ringan. Paling sering berupa kram bagian tengah dan terkadang terasa nyeri pula hingga punggung dan paha. Umumnya, dismenore primer terjadi pada 1-3 tahun setelah menstruasi. Kejadian paling sering dirasakan pada wanita yang obesitas.

2. Dismenore sekunder

Nyeri yang terasa terus-menerus namun tidak menyebabkan kram. Hal ini terjadi karena ada kelainan pada organ genetalia dalam rongga pelvis. Dismenore sekunder disebut juga dismenore organik, akuisita atau ekstrik. Nyeri akan terasa dua hari atau lebih sebelum dan akan semakin terasa nyeri pada akhir menstruasi.

Derajat dismenore ada 3, yaitu:

  1. Dismenore ringan, berlangsung beberapa saat dan penderita masih dapat beraktivitas
  2. Dismenore sedang, penderita akan memerlukan obat penghilang nyeri.
  3. Dismenore berat, penderita akan kesulitan beraktivitas karena disertai dengna nyeri kepala, migrain, diare, rasa tertekan, mual, sakit perut hingga bahkan sinkop (pingsan).

Tinggalkan Komentar