Tahun Depan Kemungkinan Iuran BPJS Naik, Bagaimana Kabar BPJS Syariah?

0

Senyumperawat.com – Akhir tahun 2015, beberapa program pemerintah telah dievaluasi. Salah satunya program BPJS Kesehatan. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengaku telah mengalami defisit anggaran. Pasalnya, BPJS Kesehatan terpaksa menalangi anggaran yang besar pasak daripada tiang. Oleh karenanya, wacana kenaikan iuran BPJS pun digelontorkan.

Besar talangan biaya yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan sepanjang tahun ini adalah sebesar Rp 5,85 Triliun. Hal ini terjadi akibat tingginya klaim yang harus dibayarkan tidak bisa ditutupi oleh iuran peserta.

“Kami akui, iuran yang kami terima tidak cukup untuk membayar layanan kesehatan. Terlihat di 2015 iuran yg kami terima rata-rata hanya Rp 27 ribu, sementara pelayanan yang kami harus bayarkan adalah Rp 32 ribu, ada selisih di sini,” ujar Tono Rustianto, selaku Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan di Jakarta, dikutip CNN Indonesia pada Selasa (29/12).

BPJS Kesehatan pun langsung meminta suntikan dana kepada pemerintah sebesar Rp 5 Triliun. Anggaran ini dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 lalu.

Dalam prognosa tahun ini, Tono memperkirakan pendapatan iuran BPJS Kesehatan mencapai RP 53,37 triliun sementara untuk penerimaan iuran BPJS diperkirakan mencapai Rp 50,55 triliun.

Menurut Tono, BPJS Kesehatan berencana melakukan beberapa perubahan penting di masa mendatang. Diantaranya penyesuaian iuran, penyesuaian manfaat dari program JKN, dan berharap ada suntikan dana dari pemerintah. Sebab, masih ada kendala pada anggaran program JKN.

“Terakhir, hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan penerimaan terutama di sektor Pekerja Penerima Upah (PPU) yang akhirnya harus dipaksa dengan penegakkan hukum dan kepatuhan agar semua mendaftarkan dirinya,” ujarnya.

Sementara itu, bagaimana kabar BPJS Syariah?

Dewan Syariah Nasional (DSN) mendesak Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat produk asuransi berbasis syariah guna mengakomodir kepentingan umat muslim. Berdasarkan riset DSN, potensi pasar asuransi syariah di Indonesia cukup besar, di mana jumlah pesertanya minimal mencapai 7 juta orang. (Destur/CNN Indonesia)

Tinggalkan Komentar