Salah Penatalaksanaan Berujung Komplikasi Tetanus

Suatu penyakit yang jarang terjadi namun dapat berakhir fatal. Tetanus baru mendapatkan penanganan setelah gejala-gejala mulai timbul. Hal ini karena keterlambatan pasien mengenali gejala tetanus. Tetanus akan menimbulkan gejala awal seperti kekakuan pada leher, nyeri pada tenggorokan dan kesulitan untuk membuka mulut. Penanganan yang buruk pun berujung pada komplikasi tetanus yang parah. Oleh karenanya semua kembali kepada SOP yang harus diterapkan dengan sesuai. Standar perawatan yang baik akan menghasilkan kualitas hasil yang juga seimbang.

Penyebab terjadinya tetanus

Tetanus disebabkan oleh clostridium tetani yang merupakan basilus gram positif yang diketahui dapat menyekresi dua toksin. Dua toksin tersebut adalah tetanospasmin dan tetanolisin pada kondisi anaerob. Tetanospasmin menimbulkan gejala klinis tetanus. Bentuknya berupa polipeptida yang bagian rantai pendeknya dapat menghambat pelepasan neurotransmitter. Tetanopasmin dapat memecah sinaptobrevin yang merupakan protein yang diperlukan untuk pelepasan neurotransmitter.

Tetanus dapat menyebabkan masalah pada trias klinis yang mencakup kekakuan otot, spasme otot dan disfungsi otonom. Pertama-tama tetanus menyerang otot kepala dan leher kemudian menyebar ke kaudal. Spasme maseter menyebabkan keadaan yang disebut kejang mulut” (lockjaw) atau trismus dan dapat menjalar ke otot wajah. Hal ini dapat menyebabkan tisus sardonikus dan kesulitan menelan. Kekakuan otot leher dapat menyebabkan retraksi kepala dan opistotonus.

Diagnosis banding tetanus:

  1. Keracunan strychnine,
  2. Dystonia,
  3. Hipokalsemia
  4. Konversi histeris.

Komplikasi tetanus meliputi:

  1. Aspirasi
  2. Obstruksi jalan nafas,
  3. Sinfrom gawat nafas akut
  4. Aritmia jantung
  5. Gagal jantung kongestif
  6. Gagal ginjal
  7. Stasis lambung
  8. Ileus
  9. Diare
  10. Perdarahan gastrointestinal
  11. Tromboembolus,
  12. Sepsis
  13. Kegagalan multiorgan
  14. Fraktur vertebra
  15. Avulsi tendo selama spasme

Penatalaksanaan tetanus

  1. Menetralkan toksik yang tidak terikat pemberian immunoglobulin tetanus manusia
  2. Menghilangkan sumber ingeksi dengan metronidazole, eritromisin, tetrasiklin, kloramfenikol atau klindamisin
  3. Mengobrol kekakuan, spasme dan disfungsi otonom dengan benzodiazepine, propofol, obat pemblokade neuromuscular. Bisa juga dengan baclofen.

Source: Greenberg. (2012). Teks Atlas Kedokteran Kedaruratan Hal. 710.Jakarta: EMS

Pos terkait