Perlu Sikat dan Pasta Gigi Khusus Untuk Perawatan Behel

0

Senyumperawat.com – Perawatan behel hendaknya dilakukan secara benar. Tidak sedikit pengguna behel hanya untuk gaya. Pahadal menggunakan behel itu tujuannya untuk merapikan gigi, bukan untuk gaya-gayaan. Terlebih pengguna behel yang tujuannya hanya ingin cari perhatian ini kurang memperhatikan perawatan behel yang cukup rumit. Sikap gigi biasa tidak cukup untuk merawat behel. Jika perawatannya salah bisa jadi penyebab kerusakan gigi karena bakteri dan plak akan menumpuk.

Sikat gigi untuk perawatan behel biasanya dibuat khusus. Bulu sikatnya dapat menjangkau daerah sela-sela kawat dan juga gigi. Sikat tersebut hendaknya yang sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter gigi. Oleh karenanya, memasang behel hendaknya tidak asal-asalan.

Bukan hanya soal sikat gigi, pasta gigi (odol) pun harus sesuai dengan kebutuhan perawatan behel. Senyawa yang hendaknya ada dalam pasta gigi khusus pengguna behel adalah Bisabolol. Bisabolol berfungsi untuk mencegah radang gusi yang bisa muncul karena pemasangan kawat gigi. Diperhatikan juga tambahan senyawa Sodium Hyaluronate yang dapat memicu regenerasi sel dan mempercepat penyembuhan luka, seperti sariawan.

Hal ini perlu diperhatikan dengan baik oleh para pengguna behel. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa hukum behel dalam Islam sebenarnya boleh. Namun adakalanya menjadi haram ketika niatnya salah. Niat menggunakan behel dengan tujuan untuk merapikan gigi adalah boleh bahkan justru dianjurkan jika kondisi giginya tidak karuan. Berbeda dengan ketika behel tersebut digunakan untuk menarik perhatian. Hanya sebatas mengikuti gaya masa kini yang sadar atau tidak justru merugikan. Padahal ketika memakai behel, menutup mulut saja rasanya cukup sulit karena ada benda tambahan di luar gigi. Saat makan pun boleh jadi banyak sisa makanan yang tertinggal. (Baca juga: Kenapa Behel Gigi Diharamkan Dalam Islam?)

Dijelaskan oleh Dr. Ahmad Zain An Najah bahwasanya jika gigi seseorang kurang teratur, tetapi masih dalam batas yang wajar, tidak menakutkan orang, dan bukan suatu cacat atau sesuatu yang tidak memalukan, serta pemakaian kawat behel dalam hal ini hanya sekedar untuk keindahan saja, maka hukum pemakaian kawat behel tersebut tidak boleh karena termasuk dalam katagori merubah ciptaan Allah suhbanahu wata’ala.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.