Peran Perawat Sebelum, Saat dan Setelah Kejadian Gawat Darurat

Perawat memiliki peran yang urgen dalam penanganan gawat darurat. Kasus gawat darurat selalu ada dan bahkan terkadang menjadi kejadian luar biasa. Kemampuan perawat dalam memberikan penanganan akan menentukan tingkat keberhasilan terapi. Peran perawat terbagi dalam 3 fase dalam manajemen penanggulangan gawat darurat.

Peran perawat sebelum kejadian gawat darurat

  1. Melakukan inventarisasi, jenis, lokasi, sifat keadaan gawat darurat yang mungkin terjadi.
  2. Melakukan pendataan sumber daya yang ada.
  3. Membuat peta daerah rawan bahaya.
  4. Membuat protap, menyosialisasikan ke unit terkait.
  5. Melakukan pelatihan dan penyuluhan terkait penangana n kgawatdaruratan.
  6. Membentuk Satgas gawat darurat yang dapat terkoordinasi secara terus-menerus.
  7. Deteksi dan supresi

Perawat perawat saat kejadian gawat darurat

  1. Penyelamatan korban
  2. Triase dan stabilisasi
  3. Merujuk pasien atau transportasi
  4. Memberikan tindakan definitif

Perawat perawat setelah kejadian gawat darurat

  1. Melakukan evaluasi pelaksanaan tugas
  2. Melakuakn analisis dampak setelah kejadian atau ada bahaya lain yang mengancam
  3. Melakukan tindakan rekonsiliasi
  4. Memulihkan kembali ke kehidupan normal

Perawat perawat saat di rumah sakit gawat darurat

  1. Care giver
  2. Conselor
  3. Advocator
  4. Communicator

Semua peran tersebut diberlakukan secara komprehensif. Ada alur yang perlu diikuti dalam penanganan bencana sesuai protap yang berlaku. Peran perawat sinergi dengan profesi kesehatan lain sesuai jobdes yang disekapakati.

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker