Penyakit Wound Botulism yang Jarang Dijumpai

Gambaran Wound Bitulism (luka botulisme). (Pict: Visualdx.com)

Pasien dengan Wound Botulism (luka botulisme) dihubungkan dengan penyalahgunaan zat dengan temuan-temuan yang sesuai dengan botulisme. Termasuuk paralisis otot flaksid desendenrs, diplopia, penglihatan kabur, ptosis, disartria dan kelemahan otot. Pasien pada awalnya dapat datang keluhan dengan palsi nervus kranialis yang lebih rendah.

Patofisiologi botulisme

WB (Wound Botulism) timbul jika keadaan anaerob dalam luka subkutan atau mengalami abses memungkinkan pertumbuhan spora Clostridium botulinum dengan multiplikasi organisme dan produksi serta absorpsi toksin botulinum. WB secara spesifik telah dihubungkan dengan penggunaan heroin tar hitam dari meksiko. Suatu bentuk heroin yang terkontaminasi dengan kotoran atau semir sepatu selama proses pemotongan. Sekelompok kasus telah diidentifikasi pada para penyalahguna obat. Serotype botulinum yang menonjol adalah tipe A.

Komplikasi Wound Botulism

Komplikasi yang dapat terjadi berupa kelemahan residual dan disfungsi autonomic kronis serta kematian.
Petalaksanaan

Penyakit ini dapat berujung kematian. Tindakan harus cepat dan tepat. Berikan antitoksin dan antibiotic antiklostridial. Lakukan debridemen. Untuk mengidentifikasi gagal nafas yang memerlukan ventilasi mekanis harus dilakukan.

Source: Greenberg. (2012). Teks Atlas Kedokteran Kedaruratan Hal. 990.Jakarta: EMS

Share

This website uses cookies.