Penyakit Rubella Dapat Mengakibatkan Kelainan Pada Bayi

0
Seorang bayi terserang virus Rubella. (Foto: https://cdn.kidspot.com.au)

Senyumperawat.com – Campak Jerman atau biasa disebut penyakit Rubella adalah infeksi virus Rubella yang menimbulkan gejala demam, ISPA, pembesaran Nodus Limfatik, Arthralgia dan ruam makulopapular yang meluas, lunak dan berwarna merah.

Penyakit Rubella bisa diturunkan kepada anak jika orang tua terinfeksi pula. Rubella kongenital bisa tertular ke anak dengan bentuk kelainan yang beragam. Ibu hamil yang terinfeksi virus Rubella pada trimester 1, dapat membuat pertumbuhan anak mengalami masalah dalam rahim. Janin akan mengalami kelainan defek jantung, katarak, tuna rungu hingga retardasi mental.

Bayi yang terinfeksi virus Rubella sewaktu di dalam rahim masih dapat menularkan virus ini hingga ia berusia 30 bulan setelah lahir. Komplikasi pada saat kelahiran jarang terjadi kasus.

Pada dasarnya penyakit Rubella tergolong penyakit ringan dan tidak membutuhkan pengobatan khusus. Pada wilayah yang mana virus Rubella mewabah, biasanya akan dilakukan vaksinasi massal.

Virus Rubella dapat menyebar melalui percikan ludah. Oleh karenanya jangan meludah sembarangan karena bisa jadi itu bisa menjadi media penyebaran penyakit. Masa inkubasi virus ini dalam tubuh sekitar 12-23 hari. Gejala-gejala yang telah disebutkan di atas akan dirasakan hanya selama 2-3 hari saja kecuali Arthralgia. Arthralgia adalah timbulnya rasa nyeri pada satu atau lebih sendi. Gejala Arthralgia mungkin bisa menetap atau kambuhan. Serangan virus Rubella akan menekan imunitas dalam jangka waktu yang relatif lama.

Tinggalkan Komentar