Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah Seputar Hukum Berobat dengan Dokter Laki Laki Bagi Pasien Perempuan

Berobat bagi seseorang merupakan upaya untuk mencapai derajat kesehatan yang maksimal. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk mencapai derajat kesehatan yang baik. Pencegahan selalu lebih baik, terlebih mencegah agar tidak sakit. Di samping itu, jika pun sakit harus segera diobati dengan cara yang baik pula. Termasuk dalam hal memilih dokter. Dalam Islam, ada kaidah dasar dalam menentukan dengan dokter siapa kita akan berobat. Hukum berobat dengan dokter yang berbeda jenis kelamin pun perlu diperhatikan baik-baik.

Ada poin-poin dasar sebelum menentukan berobat. Pasien perempuan hendaknya berobat dengan dokter yang juga perempuan, begitu pun dengan laki-laki hendaknya berobat dengan laki-laki pula. Di dunia ini jika dibandingkan jumlah antara dokter laki-laki dengan dokter perempuan boleh jadi masih lebih banyak dokter perempuan. Bukan hanya dokter, perawat dan bidan pun lebih banyak perempuan. Setidaknya dalam satu wilayah tertentu, masih ada dokter perempuan yang buka praktik atau ketika di rumah sakit tentunya lebih banyak pilihan.

Jika pun akhirnya menentukan untuk berobat dengan dokter yang berbeda jenis kelamin, perlu diperhatikan kondisi yang membolehkannya. Misalkan tidak ada dokter perempuan, ada dokter perempuan tapi dari segi waktu tidak memungkinkan atau justru membahayakan pasien dan masalah lain yang berkaitan.

Dalam masalah ini, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan secara singkat bagaimana hukum berobat dengan dokter yang berbeda jenis kelamin. Mari disimak:

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker