Pengertian Sinkop dan Klasifikasi Berdasarkan Etiologinya

0
Ilustrasi pasien sinkop (Foto: https://myheart.net)

Pengertian sinkop bisa artikan sebagai kondisi kesadaran yang tiba-tiba menurun bahkan menghilang. Kondisi ini diiringi dengan tubuh yang lunglai dan secara perlahan seperti tertidur mendadak karena suplai oksigen ke otak menurun. Pengertian sinkop sering diartikan sebagai pingsan. Kondisi ini dapat sangat berbahaya namun bisa juga tidak.

Menurut AHA (2002), sinkop bisa berbahaya jika terjadi sewaktu melakukan latihan fisik dan terjadi palpitasi atau denyut jantung yang cepat namun tidak teratur serta gangguan pada jantung. Sinkop juga dikaitkan dengan riwayat keluarga yang pernah mengalami sinkop berulang dan sudden death (kematian mendadak).

Penyebab sinkop

Kondisi di bawah ini dapat menyebabkan terjadinya sinkop, diantaranya:

  1. Stress emosional
  2. Nyeri
  3. Terkumpulnya darah di bagian kaki karena perubahan posisi yang mendadak
  4. Keringatan yang terlalu banyak
  5. Batuk yang hebat
  6. Gangguan pada jantung
  7. Gangguan neurologis
  8. Gangguan psikiatris
  9. Gangguan metabolic
  10. Gangguan pada system respirasi
  11. Efek samping dari beberapa jenis obat

Sinkop dapat terjadi pada siapa pun, baik anak mau pun dewasa. Pada pasien dewasa muda, hal ini bisa terjadi karena perdarahan, dehidrasi atau juga hipoglikemi. Sedangkan pada orang tua, sinkop bisa terjadi karena gagal jantung kongestif, penyakit serebrovaskuler, kelainan katup jantung, atau ketidakstabilan syarat otonom.

Klasifikasi sinkop jika ditinjau dari segi etiologinya dapat dibagi menjadi:

  1. Neurally mediated syncope (NMS), terjadi akibat vasodilatasi dan bradikardi.
  2. Hipotensi ortostatik
  3. Gangguan psikiatrik
  4. Gangguan neurologis

Secara metabolik, sinkop diakibatkan oleh kondisi:

  1. Hipoksia
  2. Hiperventilasi
  3. Hipoglikemia
  4. Intoksikasi obat tertentu

Penyebab lain secara neurologis seperti:

  1. Transient ischemic attacks (TIAs)
  2. Migren
  3. Kejang
  4. Kenaikan tekanan intracranial (TIK) secara mendadak.

Kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan seperti oksigen dan pemeriksaan laboratorium jika dicurigai hipoglikemia. Resusitasi cairan juga diberikan segera jika terjadi perdarahan. Pasien pun diposisikan dengan kepala lebih rendah agar suplai oksigen ke otak dapat dialirkan melalui darah lebih baik.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.