Pembagian Memori Otak, Immediate, Short dan Long Term Memory

Senyumperawat.com – Pembagian memori dalam otak bisa diklasifikasikan berdasarkan beragam kriteria. Salah satu pembagian memori bisa didasarkan oleh rentang waktu memori itu tersimpan dalam otak. Ada klasifikasi pembagian memori yang perlu dipahami dengan baik karena perbedaannya sangat jelas. Ada istilah Immediate Memory, Short Term Memory dan Long Term Memory.

Apa itu Immediate Memory?

Immediate Memory merupakan informasi yang masuk ke otak dan disimpan hanya dalam beberapa detik saja. Otak tidak menyimpan informasi ini secara permanen. Cuma diingat sebentar lalu hilang. Sebagai contoh, ketika Anda melihat sekilas sebuah tulisan atau beberapa rangkaian nomor seperti nomor telepon, maka Anda akan mengingatnya sebentar. Ketika Anda diminta untuk menuliskan ulang beberapa saat setelah melihatnya, maka Anda akan dapat menulis dengan baik. Namun ketika berselang beberapa jam atau bahkan beberapa hari, maka Anda akan kesulitan untuk mengingatnya kembali.

Apa itu Short Term Memory?

Short Term Memory merupakan penyimpanan memory yang hanya bertahan beberapa menit. Hal ini biasa dilakukan oleh para siswa yang malas belajar. Ia akan belajar beberapa menit menjelang ujian dimulai. Al hasil, ia pun sibuk mengingat pelajaran yang akan diujikan. Ketika akan menjawab soal, ia akan ingat beberapa poin pada tiap lembar buku pelajaran. Namun itu hanya akan bertahan ketika itu saja, keesokan harinya atau bahkan sore harinya ia akan terlupa lagi.

Apa itu Long Term Memory?

Memori yang satu ini berbeda. Ini adalah memori yang bisa tersimpan dalam beberapa jam hingga seumur hidup. Para penghafal Al Quran contohnya. Mereka bisa mengingat ayat Al Quran yang jumlah 6.200 lebih dalam jangka waktu lama. Bahkan hingga akhir hayat mereka pun ada yang masih bisa mengingat. Ada pula kejadian-kejadian tragis, romantis, sedih, bahagia dan lain sebagianya yang cukup berkesan di hati.

Dari masing-masing pembagian memori dalam otak, semuanya berjalan berkesinambungan. Makanya jika ada orang ternyata mengalami Demensia atau pikun atau bahkan Amnesia, berarti ada masalah pada pusat memori otaknya.

Share

This website uses cookies.