Nyamuk Aedes Aegypti Diduga Sebabkan Infeksi Virus Zika, Hati-Hati Ibu Hamil!

Senyumperawat.com – Kasus infeksi Virus Zika kini cukup menghebohkan warga Brasil. Menurut beberapa sumber berita, Brasil tengah dalam kondisi darurat virus Zika. Virus yang cukup sulit dideteksi gejalanya ini untuk pertama kalinya ditemukan pada 1940 di Uganda. Virus ini menyebar hingga Pasifik Selatan dan wilayah Asia, termasuk Indonesia dan yang paling baru ke Amerika Latin.

Menurut para peneliti, virus ini ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang juga menyebabkan demam berdarah dan chikungunya. Serangga ini tumbuh subur di iklim tropis.

Sangat sulit untuk mendeteksi terjadinya infeksi virus zika karena gejalanya sangat umum dan sering tanpa gejala apapun. Menurut penuturan Kementerian Kesehatan Brasil, Infeksi Zika telah mewabah dengan menginfeksi setengah juta dan 1.500.000 kasus baru.

Organisasi Kesehatan Dunia dan Organisasi Kesehatan Pan Amerika telah mengeluarkan peringatan dalam kaitannya dengan wabah Zika di Brazil dan negara-negara lain di Amerika Latin. Pemerintah setempat mendorong untuk memerangi nyamuk Aedes aegypti dan menjaga wanita hamil tetap tinggal di dalam rumah.

Pemerintah Rio de dengan intensif mengobservasi sejumlah 391 wanita hamil yang diduga menderita infeksi Zika. Rumah-rumah pun dilakukan kunjungan untuk mengidentifikasi sarang nyamuk Aedes Aegypti.

Kementerian Kesehatan Brazil secara resmi melarang wanita untuk tidak hamil sementara waktu. Jika seorang ibu hamil terinfeksi Zika, maka resiko tinggi anaknya akan mengalami microcephaly atau gangguan perkembangan otak pada bayi baru lahir. Ukuran kepala bayi berukuran kecil sehingga otak tidak bisa berkembang dengan baik.

“Ini keputusan yang sangat penting. Jika keluarga dapat menunda rencana kehamilan mereka, itulah yang kami rekomendasikan,” kata infectologist pediatrik di Oswaldo Cruz Hospital, Angela Rocha kepada CNN, Jumat (25/12/2015).

Menurut Rocha, saat ini terdapat lebih dari 2.400 kasus microcephaly di 20 negara bagian Brasil. Jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 147 kasus pada tahun lalu. Para dokter kini juga sedang menyelidiki 29 kematian bayi akibat penyakit tersebut.

Microcephaly menyebabkan bayi lahir dengan kepala abnormal-sangat kecil sehingga memengaruhi tumbuh kembang dan berisiko mengalami kematian dini. Saat ini enam negara bagian telah dinyatakan dalam keadaan darurat.

“Bayi baru lahir membutuhkan perhatian khusus karena menyangkut masa depan. Kasus ini menyebabkan stres emosional yang tidak bisa dibayangkan. Khususnya di Pernambuco, ada 900 kasus bayi microcephaly,” kata Rocha.

Dia mengatakan, kasus microcephaly mulai melambung bulan lalu, dokter melihat hal ini seiring munculnya virus Zika di Brasil. Sebagian besar ibu-ibu yang terkena virus Zika selama awal kehamilan akan mengalami demam ringan, ruam dan sakit kepala.

“Ini adalah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam penelitian ilmiah dunia,” kata kementerian itu dalam situsnya.

Fokus rekomendasi ibu hamil yang sebelumnya terkonsentrasi di timur laut Brasil, kini meluas hingga ke Rio de Janeiro dan Sao Paulo. Dan hal ini memicu kekhawatiran di seluruh negeri. (Destur/Liputan6)

Pos terkait