Konsep Dasar Serangan Epilepsi

Serangan Epilepsi merupakan manifestasi klinis yang disebabkan oleh discharge elektrik yang berlebihan dan abnormal dari sekelompok neuron di otak. Manifestasi klinis terdiri dari keadaan yang mendadak dan sesaat yang dapat berupa perubahan tingkat kesadaran, gejala motorik, gejala sensorik, gejala otonom atau psikogenik yang dirasakan oleh penderita atau disaksikan oleh orang lain (Commission on Epidemiology and Prognosis ILAE, 1993).

Epilepsi bukan termasuk penyakit. Pada dasarnya serangan Epilepsi adalah gejala yang timbul karena penyakit lain. Menurut Cockerell & Shorvon (1996), epilepsi dapat timbul jika terjadi pelepasan aktivitas energi yang berlebihan dan mendadak dalam otak. Hal ini menyebabkan terganggunya kerja otak. Otak secara cepat dapat mengoreksi timbulnya bangkitan tersebut dan segera bekerja normal kembali dan gejala menghilang.

Etiologi serangan epilepsi

Menurut Schuiderman (1992), etiologi serangan Epilepsi dapat dibagi dalam 3 kelompok besar, yaitu:

  1. Metabolik
  2. Struktural
  3. Infeksi

Terkait metabolik, terbagi lagi dalam klasifikasi kongenital dan akuisital. Akuisital meliputi hipoglikemia dan hiperglikemia, hipoksia, hipokalsemia, hiperkalsemia, uremia dan intoksikasi.

Etiologi struktural dibagi pula menjadi:

  1. Jaringan parut gliotik (Sklerosis Comu Amonis, pasca trauma, pasca infeksi, pasca infark)
  2. Malformasi kongenital
  3. Malformasi vaskuler
  4. Tumor

Ada pun kasus infeksi, serangan epilepsi dapat terjadi akibat beberapa jenis penyakit. Penyakit yang dapat menyebabkan serangan epilepsi seperti meningitis, ensefalitis, meningo ensefalitis, abses serebri, lues atau lupus eritematosus sistemik.

Faktor pencetus serangan epilepsi

Selain penyebab tersebut, ada pula faktor pencetus epilepsi. Berbagai kondisi yang dapat mencetuskan terjadinya serangan epilepsi menurut Cockerell & Shorvon (1996), diantaranya:

  1. Kurang tidur dan kelelahan
  2. Stres emosional
  3. Infeksi lalu terjadi demam
  4. Alkohol
  5. Obat-obat tertentu seperti antidepresan golongan trisiklik, sedatif dan fenotiasin.
  6. Perubahan hormonal
  7. Hipokalsemia
  8. Hiponatremia
  9. Hipoglikemia

Klasifikasi serangan Epilepsi

Menurut ILAE seperti dikutip Cockerell & Shorvon (1996), serangan Epilepsi dibedakan menjadi 3 klasifikasi, yaitu:

  1. Epilepsi parsial
  2. Epilepsi general
  3. Epilepsi yang tidak terklasifikasikan

Serangan epilepsi diklasifikasikan berdasarkan bentuk klinis atau jenis serangan epilepsi, gambaran EKG, etiologi, kelainan anatomi maupun usia saat serangan.

Sources:

  • Cockerell, O. C. & Shorvon, S. D. (1996). Epilepsy, Current Concepts. Institute of Neurology and The National Hospital for Neurology and Neurosurgery, Queen Square. Current Medical Literature Ltd. London United Kingdom.
  • Commission on Epidemiology and Prognosis International League Against Epilepsy. (1993). Guidelines for Epidemiologic Studies of Epilepsy. Epilepsia 34 (4) : 592-596.
Share

This website uses cookies.