Kok Bisa Ya Setelah Nikah, Seorang Istri Langsung Jadi Gemuk

Senyumperawat.com – Pernikahan antara seorang lelaki dan perempuan adalah untuk mengikuti perintah dalam agama. Meskipun ada pula sebagian agama melarang menikah tapi menghalalkan berhubungan di luar pernikahan. Umumnya, setelah menikah seorang istri jadi gemuk. Kasus ini tidak sedikit didapati. Istri jadi gemuk tidak lama setelah melahirkan anak pertama.

Kenaikan berat badan ini disebabkan oleh perilaku si istri sendiri atau juga hormonal dan faktor stres. Ada sebagian wanita yang ketika mengalami stres, akan melampiaskannya kepada makanan. Hasilnya bisa jadi boomerang sendiri. Ada juga yang lekas gemuk karena menggunakan alat kontrasepsi. Beberapa alat kontrasepsi memiliki efek samping menggemukkan badan. Maka wajah jika istri jadi gemuk.

Terlebih para ibu-ibu di kampung-kampung. Ketika sudah menikah dan punya anak, banyak yang beranggapan bahwa menjaga postur tubuh sudah tidak terlalu penting lagi. Tidak sedikit juga suami yang justru menyukai jika istrinya gemuk. Ada pula suami yang ketika istrinya hamil, ia mendorong istri untuk banyak makan. Maksudnya agar anaknya dalam kandungan tercukupi nutrisinya.

Tapi perlu diingat oleh para suami dan istri. Kegemukan dapat mendatangkan banyak masalah. Banyak penyakit menghantui ketika gemuk. Bisa kolesterol tinggi, Stroke hingga penyakit jantung. Ada satu lagi yang paling menyusahkan adalah ketika meninggal akan memberatkan orang yang memikul.

Ada 4 hal yang membuat istri menjadi lebih gemuk setelah menikah dengan suaminya.

Diet yang salah

Terkadang karena keterbatasan informasi, seorang istri hanya mengikuti katanya dan katanya. Ketika ada ibu-ibu yang menganjurkan untuk melakukan ini dan itu maka ia pun ikuti. Padahal diet sehat itu perlu takaran yang sesuai. Ketika istri mengalami kenaikan berat badan seberat 30 Kg padahal sebelumnya hanya 55 Kg maka ia harus mengurangi beratnya itu sebesar kenaikannya saja. Itu pun harus diprogram selama waktu yang ditentukan. Sehingga takaran makannya selama sehari bisa diukur.

Kurang peduli terhadap diri sendiri

Sibuk mengurus suami dan anak sering menjadi alasan. Padahal masih ada kegiatan di rumah yang bisa disela-sela anak tidur melakukan olahraga. Bisa juga pergi ke salon kecantikan untuk merawat tubuh agar suami pun tidak lirik sana-sini.

Istri yang manja

Suami yang sangat penyayang akan memberikan apa saja kepada istri. Istri pun memang memiliki watak manja pada suami. Maka sangat cocok kedua sifat ini. Ketika istri ingin mampir ke restoran maka suami turuti. Ketika istri mau mampir ke toko roti maka suami turuti. Maka selain kantong suami harus tebal untuk menuruti istri, biaya perawatannya pun semakin ekstra karena pola makannya yang serba “pengen”.

Istri yang pemalas

Kasihan suaminya ketika menikahi istri yang pemalas. Kerjaannya di rumah lebih banyak tidur dan nonton televisi. Maka wajah jika ia menjadi cepat gemuk. Terlebih ada pembantu di rumahnya. Hal ini terjadi karena sikap suami yang kurang menunjukkan karakter qowam (kepemimpinan).

Pos terkait