Khitan di Israel Adalah Wajib, Jika Enggan Bisa Didenda Tiap Hari

Proses khitan seorang anak Yahudi. (Foto: www.jewishjournal.com)

Senyumperawat.com – Orang Israel pun sangat menekankan dilakukannya sunat (khitan) terhadap warganya. Khitan di Israel seolah menjadi wajib. Terbukti dengan adanya peraturan pemerintah bahwa yang tidak melakukan sunat maka akan dikenai denda. Denda yang diberikan pun tidak sedikit, 140 dollar Amerika per hari hingga yang bersangkutan disunat.

Ada sebuah kasus yang unik di Israel. Pengadilan agama di Israel memberikan pilihan kepada seorang ibu yang tidak langsung mengkhitan anaknya pada hari kedelapan kelahiran seperti tradisi yang berlangsung. Pilihannya hanya dua, mengkhitan putranya atau membayar denda sebesar 140 dollar AS per hari hingga bayi itu disunat.

“Putra saya lahir dengan masalah medis, jadi kami tak bisa menyunat dia pada hari kedelapan sesuai tradisi,” kata Elinor, ibu bayi itu dikutip Kompas.

Lewat kuasa hukumnya, Macella Wolf, Elinor membawa masalah ini ke pengadilan tingga agama. Namun, hasilnya sama. Dia tetap harus mengkhitan putranya itu. Pengadilan tinggi agama juga mengukuhkan denda 140 dollar AS per hari selama Elinor tak mengkhitan putranya.

“Jika mengabulkan permintaan perempuan ini, kami akan dibanjiri kasus semacam ini. Tren semacam ini harus dihentikan untuk kepentingan bersama,” ujar majelis hakim dalam putusannya.

“Prosesi khitan adalah untuk mempersiapkan jiwa si bayi untuk memperoleh karunia surga dan mempelajari ajaran Tuhan,” tambah majelis hakim.

Dalam ajaran Yahudi, khitan adalah kewajiban bagi setiap warganya. Dalam kasus ini, sang ibu yang bersangkutan masih bersikukuh untuk tidak mengkhitan anaknya. Padahal dari sisi medis, manfaat khitan amatlah besar. Saat dilakukan khitan pun, terkadang tampak beberapa pasien terdapat kotoran berwarna putih pada bagian ujung kemaluannya. Hal ini terjadi karena kotoran yang menumpuk akibat tidak dikhitan. Oleh karenanya, selain dalam perintah agama Islam mau pun Yahudi diwajibkan, dari sisi kesehatan amat dianjurkan. Berbeda dengan Kristen, pemeluknya tidak diajarkan khitan menurut kitab Bible. Namun menurut Injil yang asli, sebenarnya Nabi ‘Isa ‘alayhis salam pun dikhitan. (Destur/Kompas)

Pos terkait