Jangan Asal Pasang Infus, Awas Infeksi Kateter IV

0

Penggunaan kateter IV sebagai sarana pemberian obat, nutrisi parenteral, pemantauan hemodinamik, hemodialisis mau pun plasmaferesis dapat menumbulkan bakteriemia. Bakteriemia dapat menyebabkan sepsis dan kegagalan organ ganda serta dapat berakhir fatal jika tidak ditanggulangi. Infeksi sering kali timbul jika kateter intravaskular digunakan dalam waktu lama. Infeksi kateter IV sering terjadi pada vena femoralis dibandingkan vena perifer, subklavikula atau jugularis. Risiko infeksi meningkat bila terdapat infeksi kulit seperti luka bakar atau penggunaan kateter multilumen serta penggantian yang berulang.

Etiologi infeksi kateter IV

Infeksi kateter IV terjadi akibat berkembangbiaknya bakteri gram positif seperti

  • Staphylococcus epidermis
  • Staphylococcus aureus
  • Enterokokus dan
  • MRSA (methicillin resistant staphylococcus aureus)

Dapat pula diakibatkan oleh bakteri gram negatif seperti

  • Eschericia coli
  • Klebsiella pneumonia
  • Pseudomonas aeruginosa.

Jamur juga dapat menyebakan sepsis, diantaranya:

  • Candida albicans,
  • Candida kruzeii,
  • Candida tropicalis,
  • Candida glabrata.

Tanda dan gejala yang akan muncul yaitu

  • Denyut nadi lebih dari 90x/menit
  • Suhu di atas 38 derajat celcius
  • Frekuensi nafas di atas 20x/menit
  • Jumlah leukosit lebih dari 12.000/mm kubik
  • Terdapat lebih dari 10% neutrophil immatur pada sediaan apus darah tepi.

Tanda-tanda umum infeksi pun bisa dijumpai seperti kemerahan, udema, nyeri, kadang ada eksudat purulen.

Pencegahan infeksi bakteriemia dan sepsis dengan melakukan insersi kateter iv harus dilakukan dengan teknik asepsis dan antisepsis yang benar dan teknik insersi yang hati-hati dan teliti. Jika diketahui ada infeksi maka kateter iv harus dicabut dan dilakukan pemeriksaan kultur dari ujung kateter.

Pengobatan antibiotik harus selalu diberikan sebelum hasil kultur diketahui dan dilakuakn tidak lebih dari 3-5 hari. Antibiotik yang pertama dipilih adalah yang paling aktif terhadap bakteri gram positif. Jika hasil kultur telah tersedia, berikan antibiotik definitive berdasarkan jenis bakteri yang ditemukan selama dua sampai 3 minggu. Antijamur diberikan pada penderita yang terbukti memiliki koloni jamur dan flukonazol adalah antijamur pilihan untuk jenis candida. Jika ditemukan abses di subkutan atau disepanjang pembuluh vena yang berkater, maka diperlukan tindakan bedah untuk mengeluarkan pus, nekrotomi dan evakuasi bekuan darah jika ada.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.