Istilah Medis Untuk Klasifikasi Vulnus (Luka)

0

Dalam dunia kesehatan, banyak sekali istilah sulit yang harus dipahami oleh tenaga medis. Istilah ini sering digunakan untuk diagnosis penyakit, pemeriksaan dan lain sebagainya. Hal ini sebenarnya untuk memudahkan agar tidak terjadi salah order namun memang tidak mudah diucap atau dihafal. Kebanyakan istilah tersebut diambil dari bahasa Latin dan bahasa Inggris. Salah satunya dalam pembahasan luka. Istilah medis untuk klasifikasi vulnus (luka) ada banyak.

Sebelumnya kita pahami dulu bahwasanya luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh akibat trauma atau kondisi yang memberikan efek perubahan struktur jaringan. Keadaan ini dapat disebabkan oleh trauma benda tajam atau tumpul, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, gigitan hewan. Bentuk luka bermacam-macam bergantung penyebabnya.

Klasifikasi vulnus (luka) dibedakan berdasarkan penyebabnya. Dalam hal ini, semuanya memiliki istilah medis tersendiri.

Istilah medis untuk klasifikasi vulnus:

  1. Luka sayat (vulnus scissum) disebabkan oleh benda tajam
  2. Luka tusuk (vulnus punctum) disebabkan oleh benda runcing
  3. Luka robet (vulnus laceratum) disebabkan oeh benda yang permukaannya tidak rata.
  4. Luka lecet (vulnus ekskoriasi) disebabkan oleh gesekan.
  5. Luka tikam (vulnus ictum)
  6. Luka tembak (vulnus sclopetorum)
  7. Luka gigitan binatang (vulnus morsum)
  8. Luka bakar (vulnus combutio)

Bagi yang sulit mengatakan huruf F/V bisa-bisa disebut dengan huruf P. Maka perlu dilatih untuk bisa mengucapkannya dengan baik. Keempat istilah jenis-jenis luka di atas cukup mudah dihafal sehingga nantinya tidak bingung ketika dokter menuliskan diagnosis dalam status pasien.

Kita pahami juga secara ringkas fase penyembuhan luka. Fase penyembuhan luka ada 3 tahapan. Bisa diringkas dalam rangkuman di bawah ini:

  1. Fase inflamasi: munculnya reaksi radang, ditandai dengan dolor (nyeri), rubor (melebar), kalor (terasa hangat), tumor (membengkak).
  2. Proliferasi: dimulainya regenerasi/fibroplasia, ditandai dengan jaringan granulasi atau kalus tulang menutup.
  3. Remodeling: pematangan dan perupaan kembali jaringan, terdapat jaringan parut atau fibrosis.

Masih banyak lagi istilah yang mesti dipahami oleh tenaga medis. Jangan lupa untuk membuka kembali buku-buku pelajarannya. Sudah bekerja bukan berarti menganggap diri sudah menghafal seluruh isi buku. Pemahaman dicapai dengan ilmu yang baik. Teringat kaidah dalam melakukan sebuah tindakan, semuanya harus didasari dengan ilmu. Ilmu itu sebelum berkata dan bertindak.

Tinggalkan Komentar