Gejala Urtikaria Biasa Disebut Biduran

Senyumperawat.com – Istilah biduran sudah tidak asing lagi didengar. Kondisi ini sering terjadi pada anak-anak atau bahkan dewasa pun ada yang sangat sensitif. Sebenarnya biduran ini dalam istilah medis disebut dengan gejala urtikaria. Gejala urtikaria adalah reaksi kulit yang dapat menyebabkan edema dan eritema. Dalam waktu beberapa jam, lesi akan menghilang. Rasa gatal seringkali menyertai Urtikaria. Timbul pula Angioedema disertai pembengkakan bibir, lidah, kelopak mata dan laring. Angioedema laring merupakan suatu keadaan darurat medis.

Urtikaria dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Urtikaria akut
  2. Urtikaria kronik

Urtikaria akut

Sering disebabkan oleh makanan tertentu yang dapat menyebabkan munculnya gejala urtikaria. Beberapa jenis makanan yang dapat menyebabkan urtikaria seperti kerang, kacang-kacangan, bahan pengawet makanan, bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan dan zat pewarna makanan. Setiap obat dapat menyebabkan urtikaria akun. Obat yang paling sering menyebabkan urtikaria pada seperti aspirin, pencahar dan antibiotik.

Urtikaria Kronis

Urtikaria kronis biasanya idiopatik tetapi mungkin disebabkan oleh bahan pengawet makanan, penyakit kolagen vaskuler, obat-obatan atau infeksi. Kadang-kadang suhu yang dingin, sinat matahari, latihan fisik, stres dan alkohol dapat memacu timbulnya urtikaria.

Etiologi Urtikaria

Urtikaria disebabkan karena pelepasan histamin, serotonin, bradikinin dan mediator lainnya. Mediator-mediator ini menyebabkan vasodilatasi dan edema dermis dan lapisan subkutan. Oleh karena demikian banyaknya mediator-mediator peradangan yang terlibat dalam proses terjadinya urtikaria maka pengobatannya menjadi sulit.

Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan untuk mencari penyebab dasar juga menjadi sulit. Penderita urtikaria kronis diperiksa dengan melakukan anamnesis riwayat medisnya seara lengkap, pemeriksaan fisik, pemeriksanaan darah yang meliputi hitung sel darah putih, laju endapan darah dan faktor antinuklear. Pemeriksaan darah juga meliputi tes hati seperti serum glutamat-oksaloasetat dan transaminase piruvat (SGOT dan SGPT), dehidrogenase, asam laktat (LDH), fosfatase alkali, dan bilirubin.

Pencarian adanya kuman-kuman infeksi meliputi pemeriksaan telur dan parasit pada feses, radiogram toraks, radiogram sinus dan pemeriksaan gigi. Uji kulit hanya memberikan sedikit manfaat bagi evaluasi urtikaria.

Pengobatan Urtikaria

Dalam pengobatannya, semua faktor presipitasi (obat-obatan, zat pewarna dan makanan) harus disingkirkan. Gejala Urtikaria diobati secara simtomatik. Urtikaria akut yang disertai angioedema diobati dengan apinefrin subkutan. Urtikaria yang tidak terlalu parah diobati dengan pemberian antihistamin oral seperti difenhidramin, hidroksizin, dan siproheptadin. Obat-obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk yang berat. Diet tanpa bahan pengawet buatan dan zat pewarna dapat dianjurkan pada pasien.

Source: Price, Silvia A. Wilson, Lorraine M. (1995). Patofisiologi. Jakarta: EGC
Editor: Destur

Share

This website uses cookies.