Di Depok, Melahirkan ke Dukun Beranak Bisa Dikenai Sanksi

Senyumperawat.com – Sebuah terobosan untuk meningkatkan taraf kesehatan warganya telah ditempuh oleh Pemkot Depok. Pemerintah Kota Depok mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, Bayi dan Anak Balita (KIBBLA). Salah satunya dengan melarang warga untuk tidak melahirkan ke dukun beranak.

Angka kematian ibu dan bayi di Depok tercatat 87. Hal ini sudah melampaui target dari pusat yaitu 102. Salah satu upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi ini adalah dengan menekankan kepada ibu hamil untuk rajin periksa ke dokter atau bidan. Melahirkan pun seharusnya di klinik yang ditangani oleh tenaga medis, bukan ke dukun bayi.

“Terbitnya Perda ini diharapkan dapat mengurangi angka kematian pada ibu dan bayi, ketika proses melahirkan maupun ketika sudah melahirkan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Depok, Hidayat Nuh Ghazali, di Balai Kota Depok, Jumat (27/11).

Puskesmas di Kota Depok sudah memiliki bidan, sehingga dapat membantu ibu yang melahirkan. Sebagian wilayah di Depok memang masih ada dukun beranak, namun statusnya hanyalah sebagai asisten bidan. “Dukun boleh mendampingi saja, tapi yang kerja tetap bidan,” terang Hidayat.

Begitu pula dengan tindakan pelarangan ibu melahirkan ke dukun, akan dikenakan sanksi sosial. Misalkan keluarga mau melahirkan tetapi disuruh ke dukun, maka keluarga akan dikenakan sanksi. Selain itu, lanjut Hidayat, menghalangi program pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, diancam pidana.

ASI ekslusif sendiri selama enam bulan, dan dianjurkan hingga anak berusia dua tahun. Selama enam bulan tersebut, bayi tidak boleh diberikan makanan pendamping seperti bubur bayi atau pisang, karena bayi belum siap menerima asupan selain ASI, ususnya bayi belum normal.

Belum adanya bakteri flora dan normal yang berfungsi sebagai anti bodi yang membantu dalam pembentukan feses. “Jadinya sudah tidak bisa lagi sembarangan mengurus bayi, karena di Depok sudah ada payung hukum yang melindungi bayi,” pungkas Hidayat. (Destur/Republika)

Tags

Destur PJ ,S. Kep

Perawat sekaligus seorang penulis dan juga suka bergabung dalam event organizer. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi rekan-rekan seprofesi dan juga para pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Komentar

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker