Cacing Askariasis Lumbricoides Biasa Serang Anak

0
Cacing ascaris lumbricoides di dalam perut saat dilakukan pemeriksaan colonoscopy

Saat kita kecil, orang tua akan selalu mengingatkan agar tidak suka main di pasir atau comberan. Cacing gelang dan cacing tambang biasanya dijadikan alasan agar kita tidak bermain dikedua tempat itu. Salah satu cacing yang biasa menyerang pada saat tersebut adalah cacing askariasis lumbricoides. Cacing askariasis lumbricoides merupakan cacing nematoda parasitic terbesar.

Panjang seekor cacing dewasa dapat mencapai 15-30 cm. Diagnosis Askariasis dinyatakan bila dalam tinja ditemukan telur cacing gelang ini. Angka prevalensi dan insiden penyakit ini cukup tinggi di Indonesia (40-85%), terutama pada anak atau keluarga yang kurang baik kebersihannya.

Gejala klinis askariasis biasanya tidak menonjol. Ascariasis lumbrivoides tidak menyebabkan gangguan yang jelas. Komplikasi bedah yang biasa ditemukan adalah obstruksi akibat jumlah cacing dewasa yang sangat banayk sehingga membentuk bolus yang menyumbat lumen usus besar dan akibat pelepasan eksidu sisa metabolisme cacing yang bersifat toksik. Toksik ini dapat merangsang terjadinya megakolon.

Salain usus, obstruksi juga dapat terjadi di saluran empedu atau apendiks akibat sumbatan cacing dewasa. Oleh karenanya, jika sudah tidak dapat ditangani dengan medikasi, maka tindakan pembedahan dilakukan.

Pada anak, bisa terdapat variasi gejala dan tanda gangguan gizi mulai dari gangguan gizi ringan sampai malnutrisi berat. Anak akan susah makan atau meskipun makan, nutrisi tidak dapat dikirim ke seluruh organ tubuh dengan baik.

Share

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Wajib diisi * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.