Belajar Lagi Materi Anatomi Ginjal

0

Senyumperawat.com – Pada orang dewasa, anatomi ginjal dirinci dalam ukuran dan berbagai bagian beserta fungsinya. Panjang ginjal sekitar 12-13 cm dengan lebar 6 cm. Berat ginjal berkisar 120-150 gram. Permukaan anterior dan posterior kutup atas dan bawah serta pinggir lateral ginjal berbentuk konveks sedangkan pinggir medialnya berbentuk konkaf karena adanya hilus.

Ada beberapa struktur yang masuk atau keluar dari ginjal melalui hilus. Ada arteri dan vena renalis, syaraf dan pembuluh getah bening. Ginjal diliputi oleh suatu kapsula fibrosa tipis mengkilat yang berikatan longgar dengan jaringan dibawahnya dan dapat dilepaskan dengan mudah dari permukaan ginjal.

Potongan longitudinal ginjal memperlihatkan dua daerah yang berbeda yaitu korteks di bagian luar dan medua di bagian dalam. Medulla terbagi-bagi menjadi baji segitiga yang disebut pyramid. Pyramid-piramid ini diselingi oleh bagian korteks yang disebut Kolom Bertini. Pyramid-piramid tersebut tampak bercorak karena tersusun dari segmen-segmen tubulus dan duktus pengumpul nefron.

Papilla (apeks) dari tiap pyramid membentuk apa yang dinamakan duktus papilaris Bellini yang terbentuk dari persatuan bagian terminal dari banyak duktus pengumpul. Setiap duktus papilaris masuk ke dalam suatu perluasan ujung pelvis ginjal berbentuk seperti cawan yang disebut kaliks minor. Beberapa kaliks minor bersatu membentuk kaliks mayor yang selanjutnya bersatu sehingga membentuk pelvis ginjal. Pelvis ginjal merupakan reservoir utama system pengumpul ginjal. Ureter menghubungkan pelvis ginjal dengan kandung kemih.

Pembentukan urin dimulai dalam korteks dan berlanjut selama bahan pembentukan kemih tersebut mengalir melalui tubulus dan duktus pengumpul. Kemih yang terbentuk kemudian mengalir ke dalam duktus papilaris bellini, masuk kaliks minor, kaliks mayor, pelvis ginjal dan akhirnya meninggalkan ginjal melalui ureter meuju kandung kemih. Dinding kaliks, pelvis dan ureter mengandung otot polos yang dapat berkontraksi sacara berirama dan membantu mendorong kemih melalui saluran kemih dengan gerakan peristaltic.

Kurang secara singkat demikian anatomi ginjal. Terkait fisiologi ginjal yang membahas proses pembentukan urin dan fungsi berbagai bagian ginjal akan dibahas dilain kesempatan.

Source: Price, Sylvia A. Wilson, Lorrain M. (1995). Patofisiologi. Jakarta: EGC

Tinggalkan Komentar