Wahai Para Istri, Suamimu Adalah Penentu Surga dan Nerakamu

Ketaatan terhadap suami oleh para istri sifatnya adalah relatif. Dalam arti, selama perintah dan larangan suami itu baik menurut syariat maka istri wajib untuk menaati. Namun jika menyalahi syariat tentunya hukum Allah jauh lebih wajib untuk ditaati. Sayangnya, jumlah istri yang pintar dengan istri yang kurang cakap jauh lebih banyak istri yang kurang cakap untuk jaman ini. Betapa banyak TKW (Tenaga Kerja Wanita) berjuang mati-matian mencari nafkah sedangkan suami justru selingkuh di rumah dengan wanita lain. Karakter istri sholihah pun cukup sulit jika tidak dicapai dengan bimbingan suami yang bertanggung jawab.

Oleh karenanya, benar bahwa surga dan neraka seorang istri berada pada kendali suami. Jika suami ridho maka istri pun akan mendapakan kebahagiaan. Namun tentu tidak semua suami yang memiliki hak demikian. Faktanya, mereka yang memilih untuk bekerja lebih keras daripada suami terdorong atas rasa ketidakpuasan istri terhadap pekerjaan suami. Masalahnya bukan hanya pada  suami yang kurang gigih bekerja, tapi juga istri yang tidak memiliki sifat qonaah atas apa yang suami usahakan. Tidak salah sebenarnya menjadi TKW, asal suami juga ikut mendampingi. Masalahnya adalah, TKW itu berangkat sendiri tanpa didampingi oleh mahromnya. Hal ini jelas dilarang dalam Islam. Mirisnya, program seperti ini digalakkan oleh pemerintah yang secara terang-terangan membuka celah untuk membangkang terhadap hadits yang melarang seorang perempuan pergi tanpa mahrom.

Lain daripada itu, ketaatan terhadap suami haruslah diiringi dengan kerelaan terhadap kebijakan suami. Sebuah hadits yang cukup mengena terkait ketaatan istri terhadap suami. Hendaknya para istri memberikan pelayanan kepada suami dengan sebaik mungkin.

Dari Hushoin bin Mishshon bahwa bibinya suatu ketika menghadap kepada Nabi untuk suatu urusan. Ketika urusannya telah selesai, Nabi berkata kepadanya, “Apakah engkau memiliki suami?”. Jawabnya, “Ya”. Kata Nabi, ” Bagaimana sikapmu padanya?”. Jawabnya, “Aku berusaha melayani dan menaatinya kecuali yang aku tidak mampu melakukannya.” Kata Nabi, “Lihatlah posisimu terhadapnya, ia adalah (penentu) surga dan nerakamu.” [Hadits Hasan riwayat Ahmad (4/341 dan 6/419)]

Begitu besar hak suami atas istri sehingga bentuk ketaatan yang kecil saja dapat mengantarkannya ke surga. Tentu dengan ridho suami yang baik. Maka untuk membentuk sebuah keluarga yang harmonis, diperlukan sosok suami yang sholih dan istri yang sholihah.

Pos terkait