Untuk Para Istri, Jangan “Kepo” Tentang Masa Lalu Suami

Kebanyakan wanita berkeinginan keras untuk mengetahui masa lalu suami. Bahkan ia terkadang berusaha ingin tahu tentang sifat-sifat wanita yang dulu pernah singgah di hati suaminya. Terkadang pula, ia dengan berwajah tegar menegaskan bahwa jawaban apa pun dari suaminya tatkala menceritakan masa lalu tidak akan berpengaruh kepada dirinya.

Jika suami mengabulkan permintaan tersebut, sama artinya suami telah menempatkan dirinya pada kesalahan besar. Hal ini dapat mempengaruhi hubungan dalam rumah tangganya. Menceritakan kisah cinta masa lalu suami akan menimbulkan kecemburuan. Biar pun sang istri mengatakan tidak akan meluapkan rasa cemburu, tapi di balik ucapan itu tersembunyi kecemburuan yang mendalam.

Muat Lebih

Sebuah nasehat dalam buku Kado Pengantin karya Muhammad Asy Syahawi dan Ahmad Al Aththor cukup patut menjadi renungan untuk para muslimah. Termaktub dalam buku tersebut, “Wahai wanita muslimah, jangan sampai engkau berusaha menguak masa lalu suamimu. Dan nasihatku, jangan sampai engkau berusaha mengetahui tentangnya. Dan jangan sampai memberitakan sediikit pun tentang itu, maka sungguh akan menyesal.”

Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menanyakan (kepada Nabi) hal-hal yang jika diterangkan kepada kalian, niscaya menyusahkan kalian.” [Al Maidah: 10]

Secara umum, dalam terjemahan ayat tersebut menggambarkan bahwa kita dilarang untuk menanyakan suatu hal yang ketika mengetahuinya justru menimbulkan masalah. Misalkan ternyata suami memiliki kisah cinta dengan wanita yang merupakan teman dekat sang istri, maka boleh jadi sang istri akan begitu cemburu ketika berjumpa dengan wanita itu. Bahkan tidak sedikit kisah yang akhirnya memutuskan pertemanan lantara istri yang kepo.

Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Di antara hal yang menyempurnakan keislaman seseorang, jika ia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat” [Ditakhrij oleh At Turmudzi (2317) dan Ibnu Majah (3976) dari Abu Huroiroh]

Hendaknya istri menjauhi sifat kepo terkait masa lalu suami, sebagaimana istri juga tidak menyukai ketika suami kepo juga terhadap masa lalu istri. Lebih utama yang dilakukan adalah mengurus kehidupan saat ini bersama suami dan bukan sibuk dengan upaya mencari tahu bagaimana masa lalunya.

Pos terkait