Trik Sederhana dan Segera Ketika Melihat Korban Luka Bakar

0
Ilustrasi korban luka bakar, seorang pendemo asal Tibet membakar dirinya sendiri lalu berlarian. (Foto: Telegraph.co.uk)

Korban luka bakar, biasanya mengambil reflek berlari-lari mencari air untuk segera memadamkan api. Tatkala api berkobar-kobar di tubuh korban luka bakar, hendaknya segera dilakukan sebuah tindakan berupa gerakan STOP, DROP and Roll. Hal ini dilakukan jika kondisi tempat tersebut masih kesulitan mencari air. Tindakan ini agar baju yang terbakar tersebut segera padam.

Tindakan Stop, Drop and Roll saat melihat korban luka bakar diantaranya:

  1. Stop, hentikan korban segera dan jangan berlarian panik.
  2. Drop, jatuhkan korban. Tapi jangan serta-merta dibanting. Cukup posisikan berbaring di tanah atau lantai.
  3. Roll, gulingkan ke kanan dan ke kiri hingga api mulai padam.

Apabila korban luka bakar akibat aliran listrik, tindakan paling awal adalah memastikan bahwa penolong, korban dan lingkungan aman. Jangan sampai penolong justru menjadi korban kedua. Jika sekring atau meteran listrik mudah dijangkau, maka segera matikan. Tapi jika sulit dijangkau, segera lepaskan hubungan langsung korban dengan aliran listri menggunakan benda isolator atau yang tidak menghantarkan listrik seperti plastik atau semisalnya. Jangan gunakan kayu atau bambu, hal ini pernah menjadi bahan perbincangan banyak warga di salah satu sudut kota Jogja yang mendapati korban dan penolong menjadi korban bersama karena salah alat.

Anggota tubuh yang terkena luka bakat dan masih dalam kurun waktu kurang dari 2 menit, hendaknya segera diberi tindakan untuk menghentikan kerusakan organ lebih dalam. Caranya adalah dengan merendam bagian tubuh yang terbakar dengan air. Jika tidak ada tempat berendam, dapat pula dengan diguyur.

Selalu pastikan bahwa penolong tidak panik. Ketika penolong sudah panik terlebih dahulu, maka tindakn pertolongan akan sangat terganggu. Saat penolong satu sedang melakukukan STOP, DROP and ROLL pada korban, penolong lain menghubungi pihak rumah sakit untuk mendatangkan ambulan gawat darurat dan memberitahukan kondisi korban. Setelah api sudah berhenti pada tubuh korban luka bakar, kemudian lakukan tindakan yang langsung menuju ke C atau sirkulasi. Pasien luka bakar sudah pasti akan mengalami kondisi dehidrasi, hal ini akan mengancam jiwanya karena mengalami Syok Hipovolemi. Setelah C teratasi, korban luka bakar juga akan mengalami kerusakan pada saluran nafas dan memerlukan tindakan open airway, atau pembukaan jalan nafas. Setelah itu beralih ke B atau Breathing.

Tinggalkan Komentar